http://nanpunya.files.wordpress.com/2009/03/dahlan_1.jpghttp://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/archive/d/d0/20091228100515%21Nyai_Ahmad_Dahlan.jpg

Janji Allah Bagi Para Pengemban Dakwah

Dakwah wajib bagi setiap Muslim, baik dilaksanakan secara individual, secara berjamaah maupun melalui Negara. Dakwah merupakan urat nadi penentu tegak tidaknya Islam. Begitu pentingnya dakwah, maka Allah ‘Azza wa Jalla berjanji bagi para pengemban dakwah, dengan janji yang benar dan pasti akan terwujud, akan mengaruniakan kemuliaan, pahala yang tiada terputus, pertolongan, kemenangan dan Syurga.

1. Predikat terbaik bagi Ummat (khoiru Ummah)
“Kamu sekalian adalah sebaik-baik Ummat (Khoiru Ummah) y
ang diturunkan kepada Manusia, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.” (Ali Imran: 110)

2. Menjadi kelompok yang beruntung
“Hendaklah ada sekelompok orang diantara kamu yang mengajak kepada Islam (al-Khoir), menyeru kapada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Itulah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104)

3. Pahala yang terus mengalir
“Jika Manusia mati, terputuslah amalnya kecualitiga macam: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mendo’akan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim)

4. Mendapat pahala dari orang yang engikuti
“Barang siapa memberi petunjuk kebaikan, maka baginya akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran yang diterima oleh orang yang mengikuti, dan tidak berkurang sedikit pun hal itu dari ganjaran orang tersebut.” (HR. Muslim)

5.Bila Dakwah dilancarkan melalui Jihad, Allah ‘Azza wa Jalla berjanji akan mengampuni semua dosa, memberikan Syurga, pertolongan dan kemenangan yang dekat, sebagaimana tersebut dalam surah ash-Shoff: 10-13.
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan Jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu m
engetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam Syurga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.”

Khatimah

Melihat janji-janji Allah yang demikian gamblang, tidak tergerakkah kita untuk segera terlibat dalam Dakwah?

Sikap Mukmin sejati, mendengar panggilan Allah untuk membela Agamanya, semestinya seperti orang-orang Hawariyyun yang siap menjadi penolong Agama Allah (anshorullah) ketika Nabi Isa Alaihis salam memanggilnya.

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (Agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikutnya yang setia: ‘Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan Agama) Allah?’, Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: ‘Kamilah penolong-penolong Agama Allah’, lalu segolongan dari bani Isroil beriman dan segolongan (yang lain) kafir. Maka kami berikan kekuatan kepada orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.” (QS. ash-Shoff: 14)

Siapkah kita menjadi Anshorullah?
Bila kita tidak mau menolong Agama-Nya, bagaimana kita bisa berharap mendapatkan pertolongan Allah?

Wallahu A’lam bi ash-Showab

imm-di-awal-deket-assalamualaikum.jpg

 

 

 

 

 

Dakwah Fardiyah adalah dakwah dengan pendekatan personal/pribadi kepada objek dakwah. Dakwah fardiyah hanyalah salah satu aspek dari sekian banyak aspek dalam dakwah, seperti dakwah lewat tulisan, dakwah dengan ceramah-ceramha, tabligh-tabligh dan lain sebanginya.

Keungulan dari dakwah fardiyah dibandingkan dengan metode dakwah lainnya adalah dakwah dengan metode ini bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Hasilnya pun bisa lebih dipantau dan bisanya output yang dihasilkan jauh lebih berkualitas dibandingkan dakwah dengan metode lainnya.

Adapun tahapan-tahapan dakwah fardiyah adalah sebagai berikut :

1. Membina hubungan yang baik dengan objek dakwah

2. Membangkitkna iman yang mengendap dalam jiwa

3. Membantu memperbaiki keadaan dirinya dengan ibadah-ibadah yang diwajibkan

4. Menjelaskan tentang kesyumulan ibadah, bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada ritual-ritual shalat, puasa, zakat, dan haji saja.

5. Menjelaskan kewajiban berdakwah kepada sesama muslim. Bahwa keberagamaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman kita sendiri.

6. Menjelaskan bahwa kewajiban diatas tidak mungkin dilaksanakan secara individu (infiradhi) tetapi harus dilaksanakan secara kolektif fan berjamaah

7. Menjelaskan jamaah-jamaah islam yang layak dijadikan tempat ia berjuang menegakkan islam ini.

Lalu, bagaimanakah metode-metode yang tepat digunakan dalam tiap tahapan tersebut ? berikut penjelasannya…

Tahap pertama yaitu membina hubungan yang baik dengan objek dakwah, adalah tahap yang paling menentukan. Disinilah akan tercipta taliful qulb (keterikatan hati) antara da’i dengan objek dakwahnya. Karena itulah tahap ini diletakkan pertama kali dalam tahapan dakwah fardiyah ini. Bila sudah tercipta keterikatan hati maka akan sangat mudah bagi kita “memasukkan” materi-materi atau nilai-nilai yang ingin kita dakwahi.

Tahapan selanjutnya adalah membangkitkan keimanan yang telah ada dalam dirinya. Hal ini sesuai seperti yang dicontohkan Rasullah SAW ketika awal-awal berdakwah di mekkah. Yang pertama kali terus ditanam oleh beliau adalah tauhidullah, keimanan yang kokoh kepada Allah. Tidak bergantung kepada Selain Allah. Hal ini bisa dilakukan dengan mengingatkan objek dakwah akan kebesaran dan nikmat-nikmat Allah yang bertebaran disekitarnya. Atau cara-cara lain yag sesuai dengan kondisi objek dakwah yang bersangkutan.

Selanjutnya, ketika keimanan telah tumbuh, maka da’i harus mulai memperhatikan baik kuantitas maupun kualitas ibadah objek dakwahnya. Karena dengan ibadah-ibadah yang disyariatkan inilah seseorang bisa semakin dekat kepada Rabbnya dan semakin memperkokoh iman yang telah mulai tumbuh. Perhatikan, masalah ibadah disini hanya menyangkut ibadah ma’dah atau ibadah ritual bukan ibdah secara umum. Tahap selanjutnya baru dijelaskan mengenai kesyumulan ibadah, bahwa ibadah bukan hanya shalat, puasa, zakat, dan haji, akan tetapi aktivitas apapun yang dilakukan selama itu diniatkan karena Allah SWT, maka aktivitas tersebut adalah ibadah. Dengan begitu objek dakwah makin merasa bahwa dirinya selalu diawasi oleh Allah dan mulai merasakan lezatnya iman dan ibadah kepada Allah. Iman dan jiwanya menjadi hidup.

Kemudian, objek dakwah, mulai diperkenalkan dengan dakwah. Di tahap inilah objek dakwah mulai berganti “status” menjadi subjek dakwah. Objek dakwah mulai dikenalkan bahwa berislam dan menjadi sholah tidak cukup dinikmati sendiri. Tetapi Allah telah memerintahkan kita untuk berbuat amar ma’ruf nahi munkar. Disini juga mulai dikenalkan mengenai urgensi berdakwah kepada objek dakwah. Setelah itu objek dakwah juga mulai diperkenalkan dengan amal jama’i. Bahwa beban dakwah ini tidak mungkin dapat dipikul seorang diri. Tidak mungkin seorang menjadi “superman” dakwah tetapi yang ada adalah “supertim” dakwah yang bekerja dalam keteraturan dan harmoni.

Tahap terkahir adalah mengenalkan dengan jama’ah mana ia harus bergabung dan memberikann kontribusinya. Ada beberapa karakteriskitik jamaah yang pantas dan benar –insya Allah- untuk kita memberikan afiliasi kita kepadanya diantaranya adalah : jamaah yang megikuti manhaj (metode) Rasullullah dalam dakwahnya, yaitu mempersiapkan seoarn muslim untuk memiliki akidah yang kokoh, ibadah yang benar dan akhlak yang mempesona. Disamping itu jamaah tersebut haruslah mengambil islam secara utuh dan integral, tidak parsial atau setengah-setengah. Pun dalam melaksanakan islam. Selanjutnya, jamaah tersebut harus mempunyai imtidad ufuqi ‘ekspansi horizontal’ ke seluruh penjuru dunia untuk mempersiapkan sarana dan mengkokohkan fondasi yang luas bagi berdirinya negara islam. Terkahir jamaah yang patut diikuti adalah jamaah yang terorganisir dengan baik. Program-programnya teratur dan terencana sehingga mungkin untuk dilaksanakan. Adakah jamaah seperti itu? Kalau syaikh Mustafa Mansur mengatakan “berkat karunia dan taufiq Allah, jamaah seperti itu terpenuhi dalam jamaah Ikhwanul Muslimun”, maka di Indonesia!?

Sedangkan dalam melaksanakan dakwah fardiyah ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh para pelaksana dakwah fardiyah. Pertama bahwa tahapan dakwah fardiyah harus dilakukan secara tertib dan berurutan. Menyalahi urutan tahapan dakwah, dapat menyebabkan penolaan objek dakwah terhadap pesan-pesan dakwah. Keduam jangan terburu-buru dan tergesa-gesa. Jangan sampai karena ingin objek dakwah sampai kepada tahapan yang lebih tinggi d’i menjadi bertindak gegabah dalam meningkatkan tahapannya. Padahal ia belum mempunyai keyakinan dan penerimaan yang sempurna terhadap setiap tahpan yang dilalui. Ketiga, jalan dakwah islam harus benar-benar bersih, bersih seluruh prasyartnya deri prasangka negatif, bersih seluruh amal islaminya dari syubhat, bersih daran dan prasarananya dari najid, dan tentunya bersih pengembannya dari maksiat.

Demikian risalah singkat mengenai dakwah fardiyah dan hal-hal yang terkait dengannya. Sebagian besar isi dari tulisan ini disadur dari buku yang berjudul “7 Tahapan Dakwah Fardiyah” karya syaikh Mustafa Mansur. Semoga bermanfaat.

APAKAH SUDAH SAATNYA KITA TIDAK MEMERLUKANNYA?

================================================

berikan apresiasi anda di bawah ini

Dunia MP3

30 01, 2007

Download n ngedengerin musik yang loe suka, hehehe…

This check out!

1. MP3 INDONESIA ON-LINE

2. Dunia MP3

3. Firman MP3

4. Pak Denono

5. Nusairi

6. MP3 Gratisan di web link

7. Download Video Nasyid

Temen – Temen KoTA(click untuk lihat situs ini) n Mas Yuan(click untuk lihat situs ini) (Thariq Bin Ziad)

 

 

http://mdianapriyanto.files.wordpress.com/2008/05/rahmatabdullah1.jpg

Film Sang Pencerah Dirilis

Sutradatra muda, Hanung Bramantyo akan merilis film Sang Pencerah sebagai bentuk kenduri atas Milad Seabad Muhammadiyah. Film ini menceritakan tentang perjalanan sosok KH. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah.

“Saya sengaja mengambil periode pra hingga Muhammadiyah berdiri saja. Kisah sesudah Muhammadiyah berdiri tidak saya masukkan,” ungkap Hanung dalam jumpa pers yang dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin dan Walikota Yogya, Herry Zudianto.

Film bernuansa religi kedua yang dibuat Hanung ini berawal dari riset yang cukup panjang tentang Muhammadiyah dan tokoh pendirinya, KH. Ahmad Dahlan.

“Saya melakukan riset terlebih dahulu. Karena saya lihat banyak versi dari perjalanan seorang KH. Ahmad Dahlan yang belum tentu tepat,” ujar Hanung.

Hanung mengaku, sejauh ini belum menemukan tokoh yang pas untuk memerankan KH. Ahmad Dahlan. Yang dia inginkan, pemeran KH. Ahmad Dahlan betul-betul mirip secara fisik. Sedang pemain lain akan melibatkan publik figur.

Hanung berharap film ini nanti bukan dinilai sebagai propaganda ormas Islam terbesar di Indonesia. Tapi bisa mendekatkan para pengikut Muhammadiyah untuk mengenal lebih dekat pendirinya dan menyerap nilai-nilai nasionalisme dari seorang KH. Ahmad Dahlan.

“Saya ingin menunjukkan bahwa Islam dalam, hal ini Muhammadiyah bukanlah aliran yang konservatif. Tapi mampu membuka diri kepada masyarakat,” ujar Hanung.

Ketika dimintai komentar tentang film Sang Pencerah ini, Din Syamsudin mengungkapkan bahwa dirinya tidak mewajibkan warga Muhammadiyah untuk menonton film. “ Tanpa saya wajibkan pun, warga Muhammadiyah akan mewajibkan diri mereka sendiri untuk nonton film ini,” ungkap Din dengan senyum lebar.

AYO SENYUM

30 01, 2007

The image “https://i1.wp.com/i74.photobucket.com/albums/i271/arrohwany/stars5.gif” cannot be displayed, because it contains errors.

P U I S I K I T A

The image “https://i1.wp.com/i74.photobucket.com/albums/i271/arrohwany/stars5.gif” cannot be displayed, because it contains errors.

🙂

Keep Smile

Merentang Globalisasi Dunia

Aku resah
Bagaimana Hidupku
Aku Suka
Terkesan liar cara berpikirku

Memerah mataku melihatnya
saat itu semua terjadi di depan mataku
Gelandangan tertawa – tawa mengenakan baju Mahatma Gandhiku yang aku berikan
Pejabat berdasi tertawa – tawa saat diberi intrusi tunjangan
Semuanya tertawa, akupun juga tertawa

Ooo, Tawa mereka ternyata beda dengan tawanya
aku sekarang duduk termenung melihat keduanya
saling bersimpuh duduk, dan mengaggumi nasib mereka
rasa kagum dan kekhawatiran
menyelimuti benakku
naluri mengatakan adakah yang bisa tersenyum lagi seperti mereka?
Jawabku, Tidak ada!
Hanya merekalah yang bisa mengerti senyum, tawa dan tangis
Saat kelaparan mereka menangis
saat tidak diberi tunjangan mereka juga menangis
saat 100 perak ada di genggaman mereka tersenyum
saat 100juta ada di genggaman merekapun tersenyum
saat kehilangan harapan dan cacian dari masyarakat dan anak – anak kecil mereka tertawa
saat bertemu dengan atasan dan tokoh – tokoh masyarakat memujinya mereka tertawa
Inilah beda antara mereka berdua…
Tidak lain antara MUSTADHAFIN dan MUSTAKBIRIN

The image “https://i1.wp.com/img379.imageshack.us/img379/1655/spokatgenf9.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Miftah Asyiroh

“Peringatan Rasulullah: “Bukan termasuk golonganku orang-orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah.” (HR. Thabrani). “

Apa yang menghimpit saudara kita sehingga MEREKA SANGGUP MENETESKAN AIR MATA. Awalnya adalah KARENA MEREKA MENUNDA APA YANG HARUS DISEGERAKAN, MEMPERSULIT APA YANG SEHARUSNYA DIMUDAHKAN. Padahal Rasululloh berpesan: “Wahai Ali, ada TIGA PERKARA JANGAN DITUNDA-TUNDA, apabila SHOLAT TELAH TIBA WAKTUNYA, JENAZAH APABILA TELAH SIAP PENGUBURANNYA, dan PEREMPUAN APABILA TELAH DATANG LAKI-LAKI YANG SEPADAN MEMINANGNYA.” (HR Ahmad) “

Tuhanku…
Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Tuhanku…
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku…
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
“Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Amin….


MAAFKAN AKU…

Maafkan aku…

Mengharap cintamu yang semu

Melakukan apa yang sebetulnya menistakan diri

Beranjak tersadar…

Mengungkap semua kenangan pahit

Perempuan yang pernah aku sakiti

Perasaan, Pikiran

Dengan segala kecerobohanku

Maafkan Aku…

Berusaha mencintaimu dengan diriku ini

Diri yang diselimuti dengan nafsu

Astagfirullahal adzim

The image “http://images.daxzart.multiply.com/logo” cannot be displayed, because it contains errors.

Daxzart-Multiply 😀

KOTA MENUA

pada kelam
beku tiada lagi berarti
senja pergi
tinggalkan berkas-berkas rindu
tatap menajam

issue terbanting
luruh daun
di atas kertas tak berwarna
bila pena menabur racun
langit kelabu
senggama di pucuk rimba
bumi bunting soal
selingkuh dengan planet tetangga
menginspirasi masturbasi
kota menua

sunyi menari
cahaya di kelopak sudah tenggelam
nyanyi sudah menyala
terbanting di lorong-lorong
teriak jadi bisu
kota kita menua
nada meninggi
dan hilang

Malam Buta November 07

BAGAIMANA BISA AKU JATUH ….

Memikul tandu

Selamanya terbebani

Memegang jarum

Selamanya tersakiti

Memendam rasa

Selamanya tersiksa

Menatap wajahmu

Selamanya terbungkam

Menjamah tulisanmu

Selamanya terhipnotis

BAGAIMANA BISA AKU MERASAKAN HAL SEPERTI INI….

Tulisan Berikutnya

30 01, 2007

AR – RISALAH AN – NASIHAH

  1. MAKNA TAUHID
  2. RUKUN ISLAM
  3. 12 LANGKAH AGAR PUASA KITA DITERIMA
  4. BIOGRAFI IMAM SYAFI’I
  5. BIOGRAFI IMAM MAALIK
  6. HAL HAL YANG DAPAT MENGELUARKAN ORANG DARI ISLAM
  7. WANITA SEBELUM DAN SESUDAH ISLAM
  8. ADA APA DIBALIK PERNIKAHAN
  9. HUKUM ROKOK
  10. SIHIR DAN PERDUKUNAN
  11. KEPADA  SAUDARIKU …
  12. SILATURRAHIM
  13. MEWASPADAI BAHAYA LISAN
  14. TIADA KEMULIAAN TANPA ISLAM
  15. MERASA SIAL DENGAN ANGKA 13 ATAU LAINNYA
  16. hukum memastikan seseorang  akan masuk surga atau neraka
  17. SUTROH DALAM SHOLAT
  18. ETIKA BERDO’A
  19. MERAYAKAN VALENTINE
  20. 60 PINTU PAHALA DAN PELEBUR DOSA (1)
  21. 60 PINTU PAHALA DAN PELEBUR DOSA (2)
  22. 60 PINTU PAHALA DAN PELEBUR DOSA (3)
  23. MEMBERI SALAAM
  24. KEUTAMAAN MEMBACA AL QUR’AN
  25. KEUTAMAAN HARI JUM’AT
  26. MENYIASATI BAHAYA PANDANGAN (1)
  27. MENYIASATI BAHAYA PANDANGAN (2)
  28. AMALAN PENDUDUK SURGA DI DUNIA (1)
  29. AMALAN PENDUDUK SURGA DI DUNIA (2)
  30. HAKEKAT JIN DAN SYAITON
  31. ADAB MENUNTUT ILMU
  32. GHIBAH YANG DIBOLEHKAN
  33. MENGINGAT KEMATIAN
  34. MENGGAPAI PERTOLONGAN ALLAH
  35. ISLAM DAN SYARAT LAAILAAHAILLALLAAH
  36. NASIHAT LUQMAN AL HAKIM KEPADA PUTRANYA
  37. ADAB KE MASJID
  38. PENYAKIT HATI
  39. PERMASALAHAN ADAB KUBUR
  40. KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJAH
  41. IKHLAS TEMPAT PERSINGGAHAN IYYAAKANA’BUDU WA IYYAAKANASTA’IIN
  42. RIYA LEBIH TERSEMBUNYI DARI RAMBATAN SEMUT
  43. BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

ARTIKEL [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ]

Landasan Gerakan Muhammadiyah

Zhawahir al-Afkar al-Muhammadiyyah Abra Qarn min

al-Zaman

Bahwa keberhasilan perjuangan Muhammadiyah yang berjalan hampir satu abad pada hakikatnya merupakan rahmat dan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang patut disyukuri oleh seluruh warga Persyarikatan. Dengan modal keikhlasan dan kerja keras segenap anggota disertai dukungan masyarakat luas Muhammadiyah tidak kenal lelah melaksanakan misi da’wah dan tajdid dalam memajukan kehidupan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan. Gerakan kemajuan tersebut ditunjukkan dalam melakukan pembaruan pemahaman Islam, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, serta berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa di negeri ini.Namun disadari pula masih terdapat sejumlah masalah atau tantangan yang harus dihadapi dan memerlukan langkah-langkah strategis dalam usianya yang cukup tua itu. Perjuangan Muhammadiyah yang diwarnai dinamika pasang-surut itu tidak lain untuk mencapai tujuan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya serta dalam rangka menyebarkan misi kerisalahan Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin di bumi Allah yang terhampar luas ini.
Karena itu dengan senantiasa mengharapkan ridha dan pertolongan Allah SWT Muhammadiyah dalam usia dan kiprahnya jelang satu abad ini menyampaikan pernyataan pikiran (zhawãhir al-afkãr/statement of mind) sebagai berikut:


A. Komitmen Gerakan


1.     Muhammadiyah adalah gerakan
-Next-

Khitah Perjuangan dalam Kehidupan Bernegara dan

Bernegara

Muhammadiyah adalah Gerakan Islam yang melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah berpandangan bahwa Agama Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu’amalat dunyawiyah yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilaksanakan dalam kehidupan perseorangan maupun kolektif. Dengan mengemban misi gerakan tersebut Muhammadiyah dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan Agama Islam menjadi rahmatan lil-‘alamin dalam kehidupan di muka bumi ini.

Muhammadiyah berpandangan bahwa berkiprah dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu perwujudan dari misi dan fungsi melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana telah menjadi panggilan sejarahnya sejak zaman pergerakan hingga masa awal dan setelah kemerdekaan Indonesia. Peran dalam kehidupan bangsa dan negara tersebut diwujudkan dalam langkah-langkah strategis dan taktis sesuai kepribadian, keyakinan dan cita-cita hidup, serta khittah perjuangannya sebagai acuan gerakan sebagai wujud komitmen dan tanggungjawab dalam mewujudkan “Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur”.

Bahwa peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dilakukan melalui dua strategi dan lapangan perjuangan. Pertama, melalui kegiatan-kegiatan politik yang berorientasi pada perjuangan kekuasaan/kenegaraan (real politics, politik praktis) sebagaimana dilakukan oleh partai-partai politik atau kekuatan-kekuatan politik formal di tingkat kelembagaan negara. Kedua, melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang bersifat pembinaan atau pemberdayaan masyarakat maupun kegiatan-kegiatan politik tidak langsung (high politics) yang bersifat mempengaruhi kebijakan negara dengan perjuangan moral (moral force) untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik di tingkat masyarakat dan negara sebagaimana dilakukan oleh kelompok-kelompok kepentingan (interest groups).

Muhammadiyah secara khusus mengambil peran dalam lapangan kemasyarakatan dengan pandangan bahwa aspek kemasyarakatan yang mengarah kepada pemberdayaan masyarakat tidak kalah penting dan strategis daripada aspek perjuangan politik kekuasaan. Perjuangan di lapangan kemasyarakatan diarahkan untuk terbentuknya masyarakat utama atau masyarakat madani (civil society) sebagai pilar utama terbentuknya negara yang berkedaulatan rakyat. Peran kemasyarakatan tersebut dilakukan oleh organisasi-organisasi kemasyarakatan seperti halnya Muhammadiyah. Sedangkan perjuangan untuk meraih kekuasaaan (power struggle) ditujukan untuk membentuk pemerintahan dalam mewujudkan tujuan negara, yang peranannya secara formal dan langsung dilakukan oleh partai politik dan institusi-institusi politik negara melalui sistem politik yang berlaku. Kedua peranan tersebut dapat dijalankan secara objektif dan saling terkait melalui bekerjanya sistem politik yang sehat oleh seluruh kekuatan nasional menuju terwujudnya tujuan negara.

Muhammadiyah sebagai organisasi sosial-keagamaan (organisasi kemasyarakatan) yang mengemban misi da’wah amar ma’ruf nahi munkar senantiasa bersikap aktif dan konstruktif dalam usaha-usaha pembangunan dan reformasi nasional sesuai dengan khittah (garis) perjuangannya serta tidak akan tinggal diam dalam menghadapi kondisi-kondisi kritis yang dialami oleh bangsa dan negara. Karena itu, Muhammadiyah senantiasa terpanggil untuk berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan pada khittah perjuangan sebagai berikut:

Muhammadiyah meyakini bahwa politik dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam dalam urusan keduniawian (al-umur ad-dunyawiyat) yang harus selalu dimotivasi, dijiwai, dan dibingkai oleh nilai-nilai luhur agama dan moral yang utama. Karena itu diperlukan sikap dan moral yang positif dari seluruh warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan politik untuk tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara.

Muhammadiyah meyakini bahwa negara dan usaha-usaha membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, baik melalui perjuangan politik maupun melalui pengembangan masyarakat, pada dasarnya merupakan wahana yang mutlak diperlukan untuk membangun kehidupan di mana nilai-nilai Ilahiah melandasi dan tumbuh subur bersamaan dengan tegaknya nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, perdamaian, ketertiban, kebersamaan, dan keadaban untuk terwujudnya “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur”.

Muhammadiyah memilih perjuangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui usaha-usaha pembinaan atau pemberdayaan masyarakat guna terwujudnya masyarakat madani (civil society) yang kuat sebagaimana tujuan Muhammadiyah untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan kenegaraan sebagai proses dan hasil dari fungsi politik pemerintahan akan ditempuh melalui pendekatan-pendekatan secara tepat dan bijaksana sesuai prinsip-prinsip perjuangan kelompok kepentingan yang efektif dalam kehidupan negara yang demokratis.

Muhammadiyah mendorong secara kritis atas perjuangan politik yang bersifat praktis atau berorientasi pada kekuasaan (real politics) untuk dijalankan oleh partai-partai politik dan lembaga-lembaga formal kenegaraan dengan sebaik-baiknya menuju terciptanya sistem politik yang demokratis dan berkeadaban sesuai dengan cita-cita luhur bangsa dan negara. Dalam hal ini perjuangan politik yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan politik hendaknya benar-benar mengedepankan kepentingan rakyat dan tegaknya nilai-nilai utama sebagaimana yang menjadi semangat dasar dan tujuan didirikannya negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tahun 1945.

Muhammadiyah senantiasa memainkan peranan politiknya sebagai wujud dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan jalan mempengaruhi proses dan kebijakan negara agar tetap berjalan sesuai dengan konstitusi dan cita-cita luhur bangsa. Muhammadiyah secara aktif menjadi kekuatan perekat bangsa dan berfungsi sebagai wahana pendidikan politik yang sehat menuju kehidupan nasional yang damai dan berkeadaban.

Muhammadiyah tidak berafiliasi dan tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan kekuatan-kekuatan politik atau organisasi manapun. Muhammadiyah senantiasa mengembangkan sikap positif dalam memandang perjuangan politik dan menjalankan fungsi kritik sesuai dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar demi tegaknya sistem politik kenegaraan yang demokratis dan berkeadaban.

Muhammadiyah memberikan kebebasan kepada setiap anggota Persyarikatan untuk menggunakan hak pilihnya dalam kehidupan politik sesuai hati nurani masing-masing. Penggunaan hak pilih tersebut harus merupakan tanggungjawab sebagai warga negara yang dilaksanakan secara rasional dan kritis, sejalan dengan misi dan kepentingan Muhammadiyah, demi kemaslahatan bangsa dan negara.

Muhammadiyah meminta kepada segenap anggotanya yang aktif dalam politik untuk benar-benar melaksanakan tugas dan kegiatan politik secara sungguh-sungguh dengan mengedepankan tanggung jawab (amanah), akhlak mulia (akhlaq al-karimah), keteladanan (uswah hasanah), dan perdamaian (ishlah). Aktifitas politik tersebut harus sejalan dengan upaya memperjuangkan misi Persyarikatan dalam melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar.

Muhammadiyah senantiasa bekerjasama dengan pihak atau golongan mana pun berdasarkan prinsip kebajikan dan kemaslahatan, menjauhi kemudharatan, dan bertujuan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik, maju, demokratis dan berkeadaban.

30 01, 2007

IMMAWAN n IMMAWATI KOMISARIAT THARIQ BIN ZIADFKIP Univ. Muhammadiyah Jember

https://immthariqbinziad.files.wordpress.com/2007/05/imm_api.jpg?w=300

Welcome to The My Community

Komisariat Thariq Bin Ziad adalah Komisariat di lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNMUH Jember, dengan banyak anggota dan banyak kader. Dengan modal tersebut, Komisariat tetap eksis berkiprah di fakultas, universitas, maupun masyarakat mahasiswa.

Dari periode ke periode kepengurusan Komisariat, yakni dari masa Immawan Abu Hasan (1998 – 2000), Immawan Adjie (2002 – 2004), Immawan Tamam (2004 – 2005), dan Immawati Dahani (2005 – 2007), banyak sekali kendala, yakni dari inkonsistensi gerakan dan kurang komitmennya anggota. Tampil sebagai Ketua Umum Terpilih Immawati Chusnul Khotimah Galatea periode 2007 – 2008 mengajak untuk kembali memperbaiki Komisariat dengan “Peneguhan Basic Ideologi” yang diusung dalam Stater Visinya, sehingga untuk Komisariat Thariq Bin Ziad pada tahun 2008 para kader harus berjiwa “Militan dan Ideolog”. Go to Militansi Kader for 2008. Memang butuh pemahaman dan pemerataan mengenai program tersebut yakni bagaimana “Prinsip Kebersamaan” dan “Prinsip Dakwah” bisa diimplementasikan pada kader dan masyarakat mahasiswa. Semua harus berperan aktif dalam menjaga Ikatan terutamanya sanggup memperjuangkan dan berdakwah melalui berbagai aspek. Untuk meneruskan perjuangan IMM Komisariat yang sempat stagnan dan sempat mengalami disorientasi terhadap dakwah. Semangat kembali dibangun, untuk tetap menjayakan bendera merah ini di Fakultas Kesayangan KIP tercinta.

Salam hormat untuk semuanya, walaupun saya sudah tidak lagi menemani perjuangan kalian, akan tetapi ana tetap akan menjadi mitra social network di dunia maya ini. Semoga perjuangan kita tetap abadi…

MAN JADDA WA JADDA

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Arif Rahmat H

Bismillahirrohmaanirrahiimhttps://i1.wp.com/www.maktab.co.id/buku/1071.jpg

Thariq bin Ziyad : Panglima Penakluk Spanyol

Cetak halaman ini dalam bentuk PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini kepada rekan Anda via E-mail

Sirah Tariq bin Ziyad, panglima Islam yang paling saya minati antara ribuan kerlipan bintang dalam lipatan sejarah Islam dan tamadun dunia. Seingat saya, saya mula mengenali tokoh ini sejak saya baca majalah ’Ana Muslim’ edisi time saya darjah 3 (1994). Dengan ilustrasi kartun dan gaya bahasa yang ringkas, saya faham sikit-sikit tentang kehebatan Tariq dlm usahanya membuka taklukan Islam di Andalusia.

Sejak detik itu segala nama samaran, emel, catatan penting@ contengan di buku-buku sekolah smua saya gunakan nama tariq. Malahan saya suka tambahkan kata ’ummi’ di hadapan ’tariq’ menjadikannya ’ummi-tariq’. Sukanya saya hingga saya berazam & berhajat mempunyai anak yang bakal dinamakan Tariq. Bagi sahibah-sahibah yg dh lama biasa dgn saya mcm zaneerah, aswasimah, fatimah misran & adik2; jadirah serta khubaib tahu kaitan ini dgn saya.

Sedari kecik smpi skrg, saya suka browse cite2 psl Tariq utk topup info saya psl beliau. Takut ada version lain yg x saya ketahui.Insya-Allah hari ni sy kisahkan sirah Tariq bin Ziyad.https://i0.wp.com/hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/07/tentara-islam.jpghttps://i1.wp.com/images.rottentomatoes.com/images/movie/gallery/1145044/photo_11_hires.jpg

AL-KISAH:-

i. SIAPAKAH TARIQ BIN ZIYAD?

Mengenai asal-usul dan sejarah hidupnya, sangat sedikit buku sejarah yang menceritakannya. Thariq bin Ziyad berasal dari bangsa Barbar, mengenai sukunya, para sejarawan masih berbeza pendapat; sama ada beliau dari suku Nafza atau suku Zanata. Dia merupakan bekas seorang budak yang kemudian dimerdekakan oleh Musa bin Nushair, Gabenor Islam di Afrika Utara dan di tangan Musa inilah Thariq memeluk Islam bersama orang-orang Barbar yang lainnya yang tunduk di bawah kekuasaannya setelah penaklukkan daerah Tanja. Di kisahkan bahawa setelah masuk Islam, mereka menjalankan agama Islam dengan baik. Oleh kerana itu, sebelum Musa pulang ke Afrika, beliau meninggalkan beberapa orang Arab untuk mengajar mereka Al-Qur’an dan ajaran-ajaran Islam. Setelah itu Musa mengangkat Thariq, yang merupakan perajurit Musa yang terkuat untuk menjadi penguasa daerah Tanja, hujung Maroko dengan kekuatan 19,000 tentara dari bangsa Barbar, lengkap dengan persenjataannya. Apa yang pasti, Thariq merupakan antara kerlipan bintang yang bersinar setelah kewafatan Rasulullah s.a.w dan slps zaman Khilafah Ar-Rasyidin.

ii. BERMULANYA PENAKLUKAN KE ATAS ANDALUSIA

Ini bertepatan dengan mendung hitam yang melanda Sepanyol dengan kekejaman penjajah Eropah yang pada ketika itu dikuasai oleh Raja Bangsa Gothik yang kejam bernama Raja Roderick. Wanita merasa terancam kesuciannya, petani dikenakan pajak tanah yang tinggi, dan banyak lagi penindasan yang tak berperikemanausiaan. Raja dan kroni-nya bersuka ria dalam kemewahan sedang rakyat merintih dalam kesengsaraan. Sebahagian besar penduduk yang beragama Kristian danYahudi, berhijrah ke Afrika untuk mendapat ketenangan yang lebih menjanjikan. Dan saat itu Afrika, adalah sebuah daerah yang makmur dan mempunyai toleransi yang tinggi kerana berada di bawah naungan pemerintahan Islam.

Satu dari jutaan penghijrah itu adalah Julian, Gabenor Ceuta yang puterinya Florinda telah dinodai oleh Roderick. Mereka memohon pada Musa bin Nusair, raja muda Islam di Afrika untuk memerdekakan negeri mereka dari penindasan raja yang zalim itu. Setelah mendapat persetujuan Khalifah, Musa melakukan pengintaian ke atas pantai selatan Sepanyol.

Akhirnya, pada bulan Rejab tahun 97 H (bersamaan Julai 711 M), Musa bin Nushair memerintahkan pembantunya Thariq bin Ziyad untuk menyerang Semenanjung Sepanyol dengan memimpin 12,000 tentera Muslim menyeberangi selat antara Afrika dan daratan Eropah yang dipisahkan oleh Lautan Mediterranean sejauh 13 batu ini dengan kapal-kapal pemberian Julian, Gabenor Ceuta.

iii. PEPERANGAN MENENTANG NASRANI DI ANDALUSIA

Setelah mendarat di pantai karang, Thariq dan pasukannya berhadapan dengan 100,000 tentera Visigoth di bawah pimpinan Roderick. Kedatangan pasukan Thariq ini menimbulkan kehairanan kepada Tudmir, penguasa setempat yang berada di bawah kekuasaan Raja Roderick, kerana tentera Islam datang dari arah yang tidak diduga-duga, yaitu dari arah laut.

Pada mulanya, bilangan tentera Kristian yang besar ini menggerunkan tentera kaum Muslimin. Namun, Thariq dengan pantasnya mengumpulkan tentera Muslimin di atas sebuah bukit karang, dan Thariq berucap memberi dorongan jihad di atas bukit itu. Bukit itu kini dikenali sebagai Jabal Thariq (bukit Thariq) yang kemudiannya ditukar kpd Gibratar.

Di atas bukit karang setinggi 425m di pantai Tenggara Sepanyol inilah Thariq memerintahkan pembakaran semua kapal-kapal yang telah menyeberangkan mereka. Tentu saja perintah ini membuat tentera kaum Muslimin kehairanan. “Kenapa anda melakukan ini?” tanya mereka. “Bagaimana kita akan kembali nanti?” tanya yang lain.
Namun Thariq tenang dan tetap pada pendiriannya. Dengan gagah berani Thariq berseru,

”Kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya pilihan,menaklukkan negeri ini dan menetap di sini, atau kita semua syahid”.

Keberanian dan perkataannya yang luar biasa menggugah Iqbal, seorang penyair Persia, untuk menggubahnya dalam sebuah syair berjudul ”Piyam-i Mashriq” :

“Tatkala Thariq membakar kapal-kapalnya di pantai Andalusia (Sepanyol), Prajurit-prajurit mengatakan bahawa, tindakannya itu tidak bijaksana. Bagaimana mungkin mereka kembali ke negeri asal, dan merusak peralatan peperangan adalah bertentangan dengan hukum Islam. Bahkan jumlah kekuatan tentara musuh melebihi ribuan dari tentera kaum Muslimin. Mendengar itu semua, Thariq menghunus pedangnya, dan menyatakan bahawa setiap negeri kepunyaan Allah, bumi ini adalah bumi kita.”

Bulatan merah merupkan tempat bukit karang Thariq berucap.

Kata-kata Thariq itu bagaikan mencabut cambuk yang meledakkan semangat tentara Muslimin yang dipimpinnya. Bala tentara Muslimin yang berjumlah 12,000 orang melawan tentara Gothik yang berkekuatan 100,000 tentara. Pasukan Nasrani jauh lebih unggul baik dalam jumlah maupun persenjataan. Namun semua itu tak mengerutkan hati pasukan muslim setelah mendengarkan pidato dari Thariq yang menggentarkan jiwa mereka untuk memburu syahid Allah.

Tanggal 19 Julai 711 M, pasukan tentara Muslimin dan Nasrani bertemu dan bertempur dekat muara sungai Barbate. Thariq memecahkan pasukannya menjadi 4 kelompok, dan menyebarkan mereka ke Cordoba, Malaga, dan Granada. Sedangkan dia sendiri bersama pasukan utamanya menuju ke Toledo, ibukota Sepanyol. Semua kota-kota itu menyerah tanpa perlawanan sulit. Kecepatan gerak dan kehebatan pasukan Thariq ini berhasil melumpuhkan pasukan tentara bangsa Gothik. Bahkan Raja Roderick sendiri diawal pertempuran telah tewas di sungai Barbate. Kemenangan Thariq yang luar biasa ini, menjatuhkan semangat orang-orang Sepanyol dan semenjak itu mereka tidak berani lagi menghadapi tentara Islam secara terbuka.

Dalam kitab Tarikh al-Andalus, disebutkan bahawa sebelum meraih kemenangan ini, Thariq telah bermimpi melihat Rasulullah s.a.w bersama keempat-empat Khalifah Khulafa’ Ar-Rasyidin berjalan di atas air hingga menjumpainya, lalu Rasulullah s.a.w memberitakan khabar gembira bahawa dia akan berhasil menaklukkan Andalusia. Rasulullah s.a.w menyuruhnya untuk selalu bersama kaum Muslimin dan menepati janji.

iv. SELEPAS PENAKLUKAN ISLAM KE ATAS SEPANYOL

Rakyat Spanyol yang telah sekian lama tertindas dengan penjajahan bangsa Gothik, mengelu-elukan kedatangan tentara Muslimin. Selain itu, perilaku & akhlak Thariq dan orang-orang Islam begitu mulia menyebabkan dihormati oleh bangsa-bangsa yang ditaklukkannya.

Salah satu pertempuran paling hebat terjadi di Ecija, yang membawa kemenangan bagi pasukan Thariq. Dalam pertempuran ini, Gubernur Musa bin Nusair telah bergabung dengan Thariq untuk mengalahkan tentara Nasrani.

Selanjutnya, kedua general itu bergerak terus berdampingan dan dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun seluruh Semenanjung Sepanyol telah jatuh ke tangan Islam. Portugis kemudiannya turut ditakluk pula beberapa tahun kemudian. Ketika inilah nama Sepanyol diganti menjadi Andalusia.

Philip K.Hitti, pemerhati berbangsa Eropah telah menulis:

“Ini merupakan perjuangan utama yang terakhir dan paling sensasional bagi bangsa Arab itu. Penaklukan ini membawa masuknya wilayah Eropah yang paling luas yang belum pernah mereka (tentera Islam) peroleh sebelumnya ke dalam kekuasaan Islam. Kecepatan pelaksanaan dan kesempurnaan operasi ke Spanyol ini telah mendapat tempat yang unik di dalam sejarah peperangan abad pertengahan.”

Penaklukkan Spanyol oleh orang-orang Islam mendorong timbulnya revolusi sosial di mana kebebasan beragama benar-benar diakui. Ketidak toleransi dan penganiayaan yang biasa dilakukan orang-orang Nasrani dan bangsa Eropa telah digantikan oleh toleransi yang tinggi dan kebaikan hati yang luar biasa.

Keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu, sehingga jika tentara Islam yang melakukan kekerasan akan dikenakan hukuman berat. Tidak ada harta benda atau tanah milik rakyat yang disita. Orang-orang Islam memperkenalkan sistem perpajakan yang sangat jitu yang dengan cepat membawa kemakmuran di semenanjung itu dan menjadikan negeri teladan di Barat. Orang-orang Kristian dibiarkan memiliki hakim sendiri untuk memutuskan perkara-perkara mereka. Semua komunitas mendapat kesempatan yang sama dalam pelayanan umum.

Pemerintahan Islam yang baik dan bijaksana ini membawa kesan luar biasa. Orang-orang Kristian termasuk pendeta-pendetanya yang pada mulanya meninggalkan rumah mereka dalam keadaan ketakutan, kembali pulang dan menjalani hidup yang bahagia dan makmur.

Seorang penulis Nasrani terkenal menulis:

“Muslim-muslim Arab itu mentadbir kerajaan Cordoba dengan baik dan ia merupakan sebuah keajaiban Abad Pertengahan, mereka mengenalkan obor pengetahuan dan peradaban, kecemerlangan dan keistimewaan kepada dunia Barat. sedangkan saat itu bangsa Eropah sedang dalam situasi pergolakan dan kebodohan yang biadab.”

Thariq berhajat melakukan penaklukkan ke atas seluruh Eropah, tapi Allah menentukan lainnya. Saat merencanakan penyerbuan ke negara-negara Eropah, telah datang panggilan dari Khalifah untuk pergi ke Damaskus. Dengan disiplin dan kepatuhan tinggi, Thariq memenuhi panggilan Khalifah dan berusaha tiba seawal mungkin di Damaskus. Tak lama kemudian, Thariq wafat di sana. Budak Barbar, penakluk Sepanyol, wilayah Islam terbesar di Eropah yang selama delapan abad di bawah kekuasaan Islam telah memenuhi panggilan Rabbnya. Semoga Allah merahmatinya dan menerima ruh Thariq bin Ziyad ini.

Dataran yang menghadap puncak bukit karang, kini dipenuhi kawasan perumahan. Dibina semula mggunakan sketch-up softwares oleh artist Barat. Beginikah pemandangan yang dilihat Thariq?

Di perairan inilah Thariq menyuruh tentara Muslimin agar membakar kesemua kapal-kapal pasukan Islam. mmm..mcmne ye kalu kita bleh imagine??

Latest satellite image yang menunjukkan pembangunan pesat di Spanyol skrg. Cuma sayang, kota yang satu ketika dulu penuh dgn kerlipan tamadun Islam kini dijajah semula oleh musuh Allah.

Dalam masa kurang 2 tahun, pasukan Islam berjaya menguasai seluruh Semenanjung Sepanyol. Anda bleh imagine ngn keluasan muka buminya yang berbukit-bakau ini?

https://i0.wp.com/images.alcut3.multiply.com/image/9/photos/upload/1200x1200/R-so6AoKCCMAAG651aQ1/andalusia-orange-engl.gif

Student’s Movement

30 01, 2007

KECEWA BERAT DENGAN GERAKAN MAHASISWA?

Inilah posting komentar terakhir dari ruang ideologi imm, semoga menjadi inspirasi dan aspirasi????!!!

16 Responses to “IDEOLOGI IMM”
arif susanto Says:

30 01, 2007 at 2:01 am e

Saya M. Arif Susanto
Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bojonegoro.
Sebagaimana yang saya ketahui bahwa IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH adalah organisasi yang berjalan dengan berazaskan ISLAM, serta meiliki TRI KOMPETENSI DASAR yaitu : 1. Religius; 2. Intelektual; 3. Humanitas namun menurut saya tidak pada realisasinya : kader – kader IMM baik dari tingkat DPP – PK banyak yang tidak mengindahkan tri kompetensi dasar tersebut.
yang juga Hingga saat ini saya merasa IMM belum memiliki konsistensi realisasi program yang jelas, sehingga transformasi keilmuan dari DPP ke DPD ke PC hingga PK tidak jelas.
dari hal tersebut menimbulkan transformasi keilmuan yang tidak merata dan tidak mengena ditingkat gresh road.

M. Arif Susanto
kader imm Bojonegoro
Balas
immthariqbinziad Says:

30 01, 2007 at 3:10 pm e

Assalamu’alaikum.wr.wb
Salam Ta’aruf dari kami Pimpinan Komisariat Thariq Bin Ziad, untuk antum yang ada di BOJONEGORO, dan khususnya bagi temen2 IMM disana.
Memang, kader – kader IMM banyak dan sekaligus telah mengalami disorientasi mengenai basic ideologi. Yang mana ideologi kita jelas berpatokan pada Tri Kompetensi Dasar dan Manhaj Muhammadiyah, namun dari aspek konsistensi atas komitmen tersebut tidak didukung oleh sebuah sistem yang jelas. dan anggap saja bahwa sistem tersebut adalah hasil kesepakatan bersama dari masing-masing level pimpinan, entah DPP, DPD, PC, maupun PK, sama sekali tidak ada. Sistem seperti apa? Misal; penafsiran dan pengamalan secara continue dari makna Tri Kompetensi Dasar apapun bentuk agendanya. Sehingga corak TRI pada diri kader IMM tidak melekat dan tidak terjiwai. Sebetulnya gampang2 sulit, membuat para kader saya pribadi maupun khalayak immawan immawati untuk mempurifikasi diri / tanzih demi terciptanya kader yang benar – benar kader. Bukan hanya kader yang bisa menguraikan secara detail mengenai esensi Tri Kompetensi Dasar tersebut, tapi juga bisa mengamalkannya. Yang terpenting disini adalah bagaimana mengkreasi suatu kegiatan atau agenda apapun yang dapat merefleksikan nilai – nilai Tri Kompetensi Dasar itu sendiri.
Insya Allah harapan saya mengenai IMM harus menjadi organisasi dakwah yang senantiasa mengutamakan ibadah sebagai landasan setiap perjuangannya.
Balas
Diah K. Says:

30 01, 2008 at 5:59 am e

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Saya kader dari IMM Kom. FAI UMSurabaya.
Mencermati kader-kader IMM di sekitar saya, terutama kader-kader IMM Cabang Kota Surabaya, saya prihatin. Sepengetahuan saya, kader-kader IMM tak ada bedanya dengan anggota-anggota organisasi kampus non-Islam lainnya. Akhlaq dan ibadahnya. Nampaknya mereka tidak mengetahui esensi Tri Kompetensi Dasar IMM terutama RELIGIUSITAS-nya. Melalaikan sholat 5 waktu biasa, apalagi tahajjud? Merokok itu budaya yang sulit ditinggalkan seperti warisan nenek moyang, dll.
Mungkin saya salah alamat, di sini saya hanya mencurahkan uneg-uneg di hati. Bagaimana tanggapan Anda? Apakah kader-kader IMM di seluruh Indonesia juga mengalami kemunduran akhlaq dan ibadah?

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Balas
Diah K. Says:

30 01, 2008 at 3:40 am e

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Saya kader IMM Kom. FAI UMSurabaya. Saya prihatin dengan kemunduran akhlaq dan ibadah kader-kader IMM di sekitar saya, khususnya di IMM Cabang Kota Surabaya. Seringkali saya jumpai mereka yang ogah-ogahan melaksanakan sholat lima waktu, merokok di sembarang situasi (meskipun sedang rapat), dll.. Mana pemahaman mereka tentang esensi Tri Kompetensi Dasar, terutama RELIGIUSITAS?
Yang saya fikirkan, seperti itu pulakah yang terjadi pada temen-temen IMM di seluruh Indonesia? Bagaimana tanggapan Anda?

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Balas
muarif Says:

30 01, 2008 at 3:11 pm e

waalaikumsalam Diah K. Saya sangat sependapat dengan kekecewaan kader2 kita yang ternyata masih kurang dewasa. Dari sisi akhlaq ibadah, masih mengalami kejumudan. Kalo menurut saya pribadi (saran sok tahu), intensitas pembelajaran mengenai manhaj muhammadiyah perlu ditanamkan lebih dalam. Plus kepedulian bersama untuk saling mengingatkan, kesannya kita selama ini masih mengiyakan tradisi buruk semcam “itu”, tanpa adanya tindakan lanjut yang dapat me”waras”kan sikap pribadi kader. Agaknya tiap masing – masing komisariat maupun cabang mengadakan konsensus untuk masalah – masalah yang seperti ini. Tentang misalakan pelanggaran tatib ada sanksinya (hehehe kaya anak TK, but perlu lho)
Balas
A. Qahar Mudzakkir Says:

30 01, 2008 at 1:50 pm e

Salam,
Saya pribadi lebih menganggap IMM sebagai Gerakan Sosial, dengan karakteristik maenstrem yang khas. Memang khittah perjuangan Muhammadiyah adalah landasan pergerakan IMM, akan tetapi selama tidak memiliki paradigma dasar, Ikatan tidak lebih dari legitimasi formal ortom mahasiswa dalam Muhammadiyah.
IMM memiliki kegamangan visi, yang dibuktikan dengan kacaunya 4 sektor: perkaderan, organisasi, jaringan dan gerakan. Hal ini vitasl bagi organisasi sosial manapun.
Saya senang rekan2 memiliki webblog. Bila tidak keberatan akan saya cantumkan dalam blogroll webblog saya.
Balas
Amrillah Says:

30 01, 2008 at 10:08 pm e

ahlak kader merupakan cerminan dari kualitas kader tersebut, yang mana pada akhirnya tidak terlepas dari upaya yang dilakukan oleh organisasi di mana kader tersebut berafiliasi untuk membentuk suatu kader “mendekati” sempurna dari sisi akhlak dan ibadah.
penyebab kemunduran seorang kader tidak terlepas dari faktor lingkungan dimana kader tersebut menapakkan diri. maksud saya bukan untuk menjeneralisir keadaan tersebut, akan tetapi bagimana kita terus mencontohkan dengan tindakan pribadi secara continu dan selalu optimis akan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan diridhoi Allah SWT. amien.
semoga immwan-immawati selalu optimis sebagaimana optimisnya nabi kita saat menerima penolakan dari masyarakat makkah dan pada akhirnya dengan kekontinuan Nabi kita, masyarakat yang dulunya sangat bebal dan susah untuk diajak ke jalan yang diridhoi Allah akhirnya luluh juga……….
Balas
Ahmad Zaaki Says:

30 01, 2008 at 8:26 pm e

Asslam .. wr.wb
Sahabat semua IMMawan & IMMawati, marilah kita sama2 kembangkan Perahu ini, sungguh jikalau kita jujur pada hati ini, semua pasti treyuh,, saat kita masuk jenjang DAD sebagai pintu awal masuk IMM. Kita merasa haus akan ilmu agama ini, haus akan sebuah perjuangan, haus akan sebuah perjuangan untuk umat ini (religi, cerdas dan sejahtera /tri dasar kompetensi).. Sahabat < bangun yah… ayo bangun IMM ini, kita kritik IMM habis2an untuk kemajuannya.. , kita tempeleng IMM untuk tergugahnya.. Ayo sahabat kita selaraskan bersama teori ini dengan Aplikasikan Ideologi-MU.. Sungguh Allah akan tersenyum untuk Kita IMM.. IMM maju IMM jaya, tapi Allah akan marah saat kita buat Dia kecewa… (ya ALLAH kuatkan kami dengan perjuangan ini, hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.. Amien
Balas
Cevo Qalbi Says:

30 01, 2008 at 5:27 pm e

Assalam..
Sebagai kader yang baru masuk IMM Kom. FAI UMSurabaya dalam jangka waktu yang dapat dihitung jari, seakan sudah terdapat gambaran bahwa seakan IMM adalah suatu organisasi yang bersifat statis. Dinamisme ikatan sangat sulit ditemukan dalam banyak hal. Apakah ini sebagai bukti gagalnya pengkaderan ataukah memang zamannya sekarang bukan lagi era reformasi namun era degradasi??

Saya yakin semua anggapan yang muncul dari diri saya ini adalah salah, namun entah apa kata orang lain yang mereka tidak mau berfikir panjang tentang hal itu??

Semoga ini dapat menjadi pemicu bagi kemajuan dan dinamisasi IMM..

Amien..

Salam ISTABIQ

    Menggeser Paradigma Gerakan Mahasiswa

    Kampus merupakan tempat pengembangan diri yang memberikan perubahan pikiran, sikap, persepsi dan pencerahan, tempat mahasiswa lahir menjadi kaum pemikir bebas yang tercerahkan. Dengan sifat keintelektualannya mahasiswa lahir dan tumbuh menjadi entitas yang memiliki paradigma ilmiah dalam memandang persoalan-persoalan politik kebangsaan. Ciri dan gaya mahasiswa terletak pada ide atau gagasan yang luhur dalam menawarkan solusi atas persoalan-persoalan bangsa ini. Pijakan ini menjadi sangat relevan dengan nuansa kampus yang mengutamakan ilmu dalam memahami substansi dan pokok persoalan apapun.

    Berbicara tentang mahasiswa dan gerakannya sudah menjadi pokok bahasan dalam berbagai kesempatan pada hampir sepanjang tahun. Berbagai forum diskusi yang diselenggarakan, menghasilkan berbagai ragam tulisan, makalah, maupun buku-buku yang diterbitkan tentang hakikat, peranan, dan kepentingan gerakan mahasiswa dalam pergulatan politik kontemporer di Indonesia. Terutama dalam konteks keberpihakannya terhadap rakyat dalam memberikan jawaban atas masalah-masalah sosial politik yang terjadi dan berkembang di bumi pertiwi ini.
    Dalam memainkan peranannya, gerakan mahasiswa didorong oleh panggilan nurani dan keberpihakan atas dasar ideologi terhadap masyarakat serta agar dapat berbuat lebih banyak bagi perbaikan kualitas hidup bangsanya. Berbagai bentuk perlawanan yang dilakukan oleh gerakan mahasiswa merupakan usaha melakukan koreksi atau kontrol atas sikap dan kebijakan politik penguasa yang dirasakan telah mengalami banyak distorsi yang merugikan masyarakat. Maka sejarah perubahan bangsa di dunia merupakan sejarah yang kebanyakan ditorehkan oleh mahasiswa untuk kepentingan bangsanya.
    Kampus merupakan tempat pengembangan diri yang memberikan perubahan pikiran, sikap, persepsi dan pencerahan, tempat mahasiswa lahir menjadi kaum pemikir bebas yang tercerahkan. Dengan sifat keintelektualannya mahasiswa lahir dan tumbuh menjadi entitas yang memiliki paradigma ilmiah dalam memandang persoalan-persoalan politik kebangsaan. Ciri dan gaya mahasiswa terletak pada ide atau gagasan yang luhur dalam menawarkan solusi atas persoalan-persoalan bangsa ini. Pijakan ini menjadi sangat relevan dengan nuansa kampus yang mengutamakan ilmu dalam memahami substansi dan pokok persoalan apapun.
    Oleh karena itu, sejarah telah mencatat peranan yang amat besar yang dilakukan gerakan mahasiswa selaku prime-mover terjadinya perubahan politik pada suatu negara. Tengok saja di Indonesia adalah gerakan mahasiswa Indonesia sejak tahun 1908 yaitu jamannya Boedi Oetomo, 1928 jamannya sumpah pemuda, 1945 jamannya proklamasi Indonesia,1966 jamannya Soekarno,1975 jamannya malari, 1978 jamannya asas tunggal, 1998 jamannya reformasi.
    Sementara kekuatan gerakan mahasiswa di luar negeri terjadi dalam serangkaian peristiwa penggulingan rezim, antara lain : Juan Peron di Argentina tahun 1955, Perez Jimenez di Venezuela tahun 1958, Ayub Khan di Paksitan tahun 1969, Reza Pahlevi di Iran tahun 1979, Chun Doo Hwan di Korea Selatan tahun 1987, Ferdinand Marcos di Filipinan tahun 1985.
    Perwujudan kecintaan terhadap tanah air merupakan sebuah keniscayaan dalam kancah perpolitikan nasional. Oleh karena itu gerakan mahasiswa mempunyai agenda dan tujuan yang hampir sama di setiap elemen gerakan mahasiswa, baik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa ekstra kampus seperti, KAMMI, HMI MPO,HMI DIPO, IMM, GMNI, FMN, dll. Agenda dan tujuan mereka adalah meliputi agenda kebangsaan yang lebih ditekankan pada perubahan positif untuk bangsa ini. Misalnya, dari ketidak berdayaan menjadi berdaya, dari tidak mandiri menjadi mandiri dari penguasa yang tiranik ke penguasa yang demokratis, dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) ke pemerintahan yang bersih dan berwibawa, dari penjajahan (neo kolonialisme) dan intervensi asing ke terbebasnya negeri ini dari rongrongan bangsa lain, dari negara pengutang ke negara bebas utang, dsb.

    Trend Dunia Global

    Eksistensi dan posisi gerakan mahasiswa dihadapkan pada sebuah realitas dunia global yang tidak bisa dihindarkan. Arus globalisasi telah menyentuh berbagai sendi kehidupan manusia di dunia. Cepatnya arus globalisasi menurut William K.Tabb (2003) mampu membentuk rezim perdagangan dan keuangan dunia serta mendefinisikan ulang kesadaran pada tingkat yang paling dekat dan lokal, mempengaruhi bagaimana orang memandang dirinya, ruang gerak anak-anak mereka dan entitas mereka sehingga mengalami perubahan akibat kekuatan globalisasi ini. Persoalannya adalah bagaimana sikap gerakan mahasiswa terhadap realitas global ini. Apakah gerakan mahasiswa menolaknya secara radikal atau hanya cukup memahaminya atau mempersiapkan diri untuk ikut berkompetisi dan memposisikan diri sejajar dengan mereka secara wajar ?.
    Gesekan dunia global menjadi tren dalam kondisi saat ini, karenanya seluruh lapisan santri perlu memahami secara benar tentang realitas-realitas dunia yang sedang mengalami pergolakan dalam berbagai unsur kehidupan. Melihat trend (Trend Watching) yang terjadi dalam pergeseran dunia global adalah kerangka dalam memahami apa yang sedang terjadi hari ini, dan apa yang akan kita lakukan di masa-masa yang akan datang. Tren yang terjadi hari ini adalah dominasi kekuatan global yang tidak bisa dihindarkan dalam ranah kesadaran ummat manusia. Dalam kondisi seperti ini, langkah yang harus dilakukan adalah pembangunan kemampuan dan kapabilitas (kompetensi) personal maupun kolektif.

    Dari Membaca Ke Menganalisa

    Gerakan mahasiswa sesungguhnya mereka kalangan yang setiap hari berkutat dengan keilmuan, ironis jika gerakan mahasiswa terjadi banyak kejumudan. Karenanya tradisi-tradisi yang ada diantaranya tradisi membaca harus di imbangi dengan tradisi menganalisa berbagai aspek persoalan dengan berpikir logis dan mendalam. Tipe masyarakat inilah yang menjadi miniatur lahirnya peradaban manusia maju dan menyejarah. Maju karena masyarakat ini menempatkan ilmu sebagai sinar dalam kehidupan. Menyejarah, karena mereka membuat sebuah kejutan bagi lahirnya paradigma baru bagi terciptanya masyarakat yang ilmiah (knowledge society).
    Realitas ini sesuai dengan wahyu yang pertama kali diturunkan kepada nabi Muhammad saw, yaitu konsep membaca (iqra). Dengan turunnya wahyu yang pertama ini, maka ada sebuah perubahan berdimensi wahyu yang mampu memberikan jawaban atas kondisi kemanusiaan. Konsep pembacaan atas realitas baik yang bersangkutan dengan teologi, etika, visi kemanusiaan dan ilmu pengetahuan berawal dari proses pemahaman yang radikal akan hakikat dan subtansi nilai yang terkandung dalam surat tersebut.
    Dimensi pembangunan gerakan mahasiswa agar ilmiah di awali dengan konsep membaca (iqra), sesuatu yang berhubungan bukan hanya dengan membaca teks dan naskah tetapi lebih dari itu, makna iqra bisa berarti menelaah, meriset, merenungkan, bereksperimen, berkontemplasi. Objeknya bisa berupa bacaan suci yang datang dari wahyu Allah swt. Dan juga bisa dari hadits Rasul maupun hasil karya manusia berupa handbook ilmu pengetahuan, juga berupa fenomena-fenomena alam maupun sosial.
    Penguasaan ilmu merupakan kunci kesuksesan sebagai pengelola bumi. Hal ini terlihat dalam lima ayat yang pertama kali di terima oleh Rasulullah saw. Lima ayat ini menyentuh masalah yang paling esensial dari potensi manusia, yaitu akal dan batin (pikir dan zikir), juga disebutkan perangkatnya, pada ayat keempat dan kelima ini yaitu iqra (baca, riset, teliti), ‘allama (mengajarkan/transfer ilmu), dan qalam (alat tulis/alat penyimpan data/ memori

    Dari Teks ke Kontekstual

    Terkadang pemahaman mahasiswa atas teks-teks yang di pelajari di kampus bersifat tekstual. Karenanya perlu ada penyeimbangan pemikiran (fikrah) dalam memahami realitas. Kalangan mahasiswa tidak semestinya hanya berkutat memahami teks saja tetapi harus mampu melihat perubahan dunia yang cepat dari teks-teks yang dipelajarinya itu. Karenanya pemahaman teks yang menyebar dalam berbagai literatur harus menjadi penyelaras dalam kondisi jaman yang sedang berubah.
    Paradigma mahasiswa di kampus harus bertumpu pada penyelarasan ideologis dengan ketajaman analisa terhadap persoalan-persoalan yang terjadi. Kalangan mahasiswa harus mampu membaca, mengkaji, dan berdiskusi secara logis, kritis, sistematis, dan komprehensif, serta mampu membedah persoalan dari berbagai aspek dan sudut pandang ilmu dan madzhab yang bersifat konstruktif. Hal ini harus menjadi kultur yang melekat.
    Gerakan mahasiswa dalam konteks kekinian di tuntut untuk bisa bergaul dalam dimensi yang lebih luas. Maka sekarang, gerakan mahasiswa harus mampu memberikan jawaban atas kondisi jaman yang terus berubah. Jika tidak bisa, maka mahasiswa akan ditinggalkan oleh kemajuan jaman ini. Untuk mengisi kemajuan jaman yang tidak bisa ditahan maka mahasiswa harus memiliki beberapa kompetensi, yaitu (1) kemampuan berbahasa asing (2) kemampuan berorganisasi dan manajemen yang canggih (3) kemampuan membangun jaringan (net work).

    Dari Tradisi ke Peradaban

    Langkah-langkah selanjutnya yang paling rasional dalam menghadapi tatanan dunia global, bagi kalangan mahasiswa di kampus adalah membangun kesadaran bersama dengan meningkatkan kompetensi dan skil dalam memposisikan diri supaya sejajar dengan bangsa-bangsa Barat dalam bidang ilmu Pegetahuan. Karenanya budaya dan tradisi yang selama ini dilakukan di kampus untuk digeser kearah perubahan paradigma yang lebih rasional. Perubahan paradigma tersebut meliputi perubahan sikap dalam memahami budaya dan tradisi yang ada.
    Tidaklah kaku jika mahasiswa membangun dialog peradaban (civilization) di kampus, minimal ada dua paradigma visi dialog pembangunan masyarakat berperadaban. Pertama, perubahan eksistensi dan identitas diri, yang mampu melahirkan paradigma kehidupan sosial baru dan merdeka, bebas dari penghambaan terhadap unsur-unsur materi, melahirkan kehidupan segar, integral dan profetik. Era kehidupan yang syarat dengan nilai kemanusiaan dan bervisi masa depan. Tonggak fundamental pertama ini merupakan visi kehidupan ummat manusia kearah pembebasan diri, dari kungkungan materi yang menjadi ideologinya.Visi kehidupan ini mengarahkan manusia pada ideologi yang sesungguhnya dan menjadi benteng kekuatan para pewaris peradaban. Ini merupakan asas fundamental bagi terwujudnya masyarakat berperadaban. Proses ideologisasi kedalam tubuh masyarakat secara radikal harus dilakukan. Proses ini perlahan tapi pasti, proses inilah yang disebut dengan fase penanaman akidah. Kedua, yaitu pola pembangunan struktur pengetahuan ummat manusia yang secara bersamaan dilakukan dalam kerangka membangun kesadaran untuk membaca atas realitas yang sedang terjadi.

    Globalisasi dan Kemiskinan

    Kemiskinan bukan ekses globalisasi. Begitu Hernando de Soto, seorang pemikir ekonomi dunia asal Peru, menegaskan. Kemiskinan di dunia, katanya, bukanlah akibat ekses globalisasi dan kapitalisme.

    Kemiskinan dan globalisasi memang sudah lama menjadi bahan perdebatan, bukan hanya di kalangan ekonom-ekonom dalam negeri, tapi juga dunia. Perdebatannya pun tak pernah jauh-jauh dari bagaimana dampak globalisasi terhadap kemiskinan; menekan kemiskinan atau justru memperbesar kemiskinan.

    Sejak proses globalisasi mulai berlangsung, kondisi kehidupan di hampir semua negara terkesan meningkat, apalagi jika diukur dengan indikator-indikator lebih luas. Namun, seringkali pula peningkatan itu hanya ada dalam hitung-hitungan di atas kertas. Negara-negara maju dan kuat memang bisa meraih keuntungan, tapi tidak negara-negara berkembang dan miskin.

    Pengalaman sudah membuktikan sejak proses globalisasi bergulir muncul pula isu-isu seperti perdagangan global yang tidak fair, juga sistem keuangan global yang labih yang menelorkan krisis. Dalam kondisi tersebut, negara-negara berkembang dan miskin berulang kali terjebak jeratan utang yang justru jadi beban. Belum lagi bermunculan rezim hak properti intelektual, yang malah menghabisi akses masyarakat miskin untuk mendapat obat-obatan dengan harga terjangkau.

    Dalam proses globalisasi, seharusnya uang mengalir dari negara kaya ke negara miskin. Tapi, dalam beberapa tahun terakhir, yang terjadi justru sebaliknya. Sementara negara-negara kaya memiliki kemampuan untuk menahan risiko fluktuasi kurs dan suku bunga, negara-negara berkembang dan miskin menanggung beban fluktuasi tadi.

    Fakta-fakta tersebut jelas tidak menjadikan De Soto, juga kita, antiglobalisasi. Soto hanya menunjuk kemiskinan di negara berkembang dan miskin bukan karena globalisasi tapi karena pemerintah tak memberi kesempatan pada rakyatnya untuk masuk ekonomi pasar. Karenanya, pemerintah dianggap perlu memformalkan sektor informasl. Caranya dengan legalisasi usaha-usaha informal dan memberikan sertifikat atas lahan dan aset-aset sektor informal tadi. Soto mengusulkan agar penduduk, usaha informal, dan petani miskin diberi sertifikat sehingga bisa dengan mudah mendapat pinjaman modal perbankan, yang tak lain korporasi besar. Pemberian sertifikat itulah yang kemudian disebutnya sebagai kodifikasi hukum.

    Gagasan boleh saja. Reformasi hukum, harus. Tapi, ingat juga siapa yang bakal dihadapi sektor informal –dengan bekal sertifikat dan pinjaman perbankan yang tak seberapa– setelah mendapat akses ekonomi pasar? Korporasi-korporasi besar mancanegara, bermodal besar, berjaringan kuat, dan telanjur mendapat akses jauh lebih besar lantaran pemerintah menandatangani pembukaan akses pasar alias globalisasi.

    Petani miskin kita, dengan modal sertifikat dan pinjaman perbankan tak seberapa, setelah mendapat akses ekonomi pasar, ‘dipaksa’ menghadapi petani-petani negara maju bertameng subsidi dan proteksi pemerintah. Bukankah ketidakseimbang itu yang jadi sebab mandeknya perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)?

    Kita memang tidak seharusnya antiglobalisasi. Kita juga perlu terus melakukan reformasi di bidang hukum, termasuk yang terkait perdagangan bebas dan pembukaan akses pasar. Tapi, kita perlu juga mewaspadai akibat globalisasi terhadap proses pemiskinan. Globalisasi mungkin tidak akan memiliki ekses pada kemiskinan, jika pemerintah tahu benar cara melindungi sektor informal domestik dalam keterbukaan akses pasar. Tanpa perlindungan itu, gagasan Soto boleh jadi hanya berarti bagi satu dua korporasi besar.

    Membangun Pendidikan, Mengatasi Kemiskinan

    Hampir tidak ada yang membantah bahwa pendidikan adalah pionir dalam pembangunan masa depan suatu bangsa.

    Jika dunia pendidikan suatu bangsa sudah jeblok, maka kehancuran bangsa tersebut tinggal menunggu waktu. Sebab, pendidikan menyangkut pembangunan karakter dan sekaligus mempertahankan jati diri manusia suatu bangsa. Karena itu, setiap bangsa yang ingin maju, maka pembangunan dunia pendidikan selalu menjadi prioritas utama.
    Kisah Jepang, ketika luluh lantak akibat meledaknya bom di Nagasaki dan Hirosima adalah contoh nyatanya. Ketika itu, Jepang secara fisik telah hancur. Tetapi tak berselang beberapa waktu setelah itu, Jepang bangkit dan kini telah berdiri kokoh sebagai salah satu negara maju. Dalam konteks inilah, salah satu kunci utama keberhasilan Jepang adalah pembangunan dunia pendidikan, yang pada gilirannya membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ditetapkan sebagai prioritas.
    Bagaimana dengan Indonesia? Hampir tak ada yang membantah bahwa kualitas pendidikan di Indonesia saat sekarang ini belumlah terlalu bagus, alias jeblok. Bahkan, kalau sedikit lebih ekstrim, kita dapat menyebut kualitas pendidikan kita anjlok, rendah dan memprihatinkan. Keberadaan atau posisi kita jauh di bawah negara-negara lain. Hal itu terlihat dari angka Human Development Indeks (HDI) yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga internasional, yang menunjukkan bahwa posisi kualitas sumber daya manusia Indonesia sangatlah rendah.
    Kemudian, pada saat yang sama tingkat kemiskinan di negeri ini sungguh fantastis. Sangat besar dan mengkhawatirkan. Kita semua paham bahwa kemiskinan kini merupakan simbol yang tentunya sangat memalukan. Besarnya angka kemiskinan di Indonesia saat ini setara dengan kondisi 15 tahun yang lalu. Berdasarkan data (BPS), jumlah penduduk miskin pada tahun 2004 36,1 juta orang atau 16,6 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia masih paling tinggi di antara negara-negara ASEAN. Demikian pula dalam indeks pembangunan manusia HDI, Indonesia masih menempati peringkat 111 dari 175 negara di dunia. Posisi ini jauh di bawah negara tetangga Malaysia (76) dan Filipina (98).
    Beberapa waktu yang lalu, Bank Dunia juga mengeluarkan data terbaru perihal kemiskinan kita. Banyak pihak terkejut dengan pernyataan ini. Tak dapat kita bayangkan, sesuai data Bank Dunia, lebih dari 110 juta jiwa penduduk Indonesia tergolong miskin atau setara dengan 53,4 persen dari total penduduk. Suatu jumlah yang amat fantastis. Hampir separoh penduduk Indonesia. Hal ini tak pernah kita duga sebelumnya.
    Dalam ukuran yang lebih mikro lagi, jumlah ketidaklulusan siswa SLTP dan SMU tahun 2006 ini, tergolong tinggi. Bahkan di beberapa sekolah ada yang tingkat kelulusannya nol persen. Suatu realita yang sangat memalukan. Padahal, standar kelulusan yang ditetapkan Depdiknas tidak terbilang tinggi.
    Persoalannya, bagaimanakah masa depan bangsa ini? Atau bagaimana kualitas SDM kita? Harus diakui bahwa persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) memang berkaitan erat dengan mutu pendidikan. Sementara mutu pendidikan sendiri masih dipengaruhi oleh banyak hal dan sangat kompleks. Misalnya, bagaimana kualitas dan penyebaran guru, ketersediaan sarana dan prasarana, sistem pendidikan, dan lain-lain. Hal ini sering kita sebut dengan istilah faktor utama.
    Salah satu hal yang menjadi sangat penting untuk mengatasi hal tersebut di atas, adalah dengan menumbuhkan political will pemerintahan sekarang ini untuk lebih memperhatikan sektor pendidikan. Bagaimana pemerintah misalnya mau menempatkan persoalan pendidikan sebagai salah satu prioritas dalam pengambilan kebijakannya. Pembangunan pendidikan adalah modal utama dalam membangun suatu bangsa. Sebab, pendidikan terkait dengan kualitas SDM. Maka, jika bangsa ini ingin maju, maka pembangunan dunia pendidikan adalah syarat mutlak yang harus dilakukan.

    ALIRAN SESAT & DAKWAH KITA

    Negeri kita ini nampaknya merupakan sebuah lahan yang sangat subur bagi
    tumbuh dan berkembangnya berbagai aliran keagamaan, termasuk aliran keagamaan yang sesat dan menyesatkan. Beberapa tahun yang lalu, masyarakat kita pernah dihebohkan dengan kehadiran aliran yang menamakan dirinya Jamaah Salamullah, yang dipimpin Lia Aminuddin alias Lia Eden yang mengaku sebagai penjelmaan malaikat Jibril. Belum lagi orang lupa terhadap aliran tersebut, sejak beberapa pekan ini masyarakat kita diresahkan dengan tampilnya Aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah, dengan pemimpinnya yang bernama Ahmad Moshaddeq alias Abd. Salam, yang mengaku sebagai “Nabi” dan “Rasul Allah”. Sementara keterkejutan belum lagi hilang, beredar pula Ajaran Al-Qur’an Suci dan Pengajian Hidup di Balik Hidup.
    Sesuai pernyataan pimpinan Aliran-aliran tersebut, mereka mempunyai keyakinan dan ajaran yang bermacam-macam. Aliran Salamullah misalnya, meyakini bahwa Lia Aminuddin adalah Imam Mahdi yang dibaiat oleh Malaikat Jibril. Selain itu Lia juga diyakini sebagai Maryam dan anaknya yang bernama Ahmad Mukti dibaiat sebagai Nabi Isa. Menurut aliran ini, Lia datang bukan hanya untuk menyelamatkan bangsa Indonesia, melainkan juga untuk menyelamatkan dunia. Sementara itu, Al-Qiyadah Al-Islamiyah meyakini bahwa Ahmad Moshaddeq adalah Al-Masih Al-Maw’ud yang akan melanjutkan tongkat estafeta kerasulan yang pernah dibawa oleh para Nabi dan Rasul sebelumnya. Sebagai pertanda keimanan seseorang kepada Moshaddeq, maka setiap orang yang mengimaninya diharuskan bersyahadah atau membuat pernyataan sebagai komitmen bahwa orang itu benar mengimani Moshaddeq sebagai Al-Masih Al- Maw’ud dan Rasul Allah. Aliran ini meskipun menyatakan berpegang pada Al-Qur’an, namun tidak mewajibkan pengikutnya melakukan shalat lima waktu, puasa dan haji. Shalat yang wajib dilakukan adalah shalat tahajjud. Adapun Aliran Al-Qur’an Suci meyakini imam tertinggi dalam Aliran ini sebagai Rasul Allah. Mereka tidak mengakui Hadits dan Sunnah Nabi. Menurut mereka, shalat tidak wajib, puasa dan haji belum saatnya. Qiraah Al-Qur’an tidak boleh dilagukan. Shalat dilakukan tanpa harus berwudhu terlebih dahulu, karena manusia sudah suci sejak lahirnya. Seseorang boleh berhubungan intim dengan saudara iparnya. Seperti halnya ketiga aliran yang telah dikemukakan, Pengajian Hidup di Balik Hidup, dengan pemimpinnya yang bernama Mujono Abdullah, juga meyakini bahwa Mujono telah mendapat wahyu dan pernah mi’raj ke Sidratul Muntaha. Aliran ini juga tidak meyakini syafaat dari Nabi Muhammad saw.
    Memperhatikan keyakinan dan ajaran dari beberapa aliran keagamaan seperti telah dikemukakan di atas, kiranya jelas bahwa keyakinan dan ajaran dari aliran-aliran tersebut bertentangan dan merupakan penyimpangan dari keyakinan dan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi dan Rasul Allah Muhammad saw. Atas dasar kenyataan ini tidak mengherankan kalau munculnya aliran-aliran keagaman tersebut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya umat Islam. Pasalnya, karena aliran-aliran ini masih mengaitkan dirinya dengan keyakinan Islam.
    Permasalahannya sekarang adalah, mengapa aliran-aliran sesat semacam itu bisa dengan mudah tumbuh dan berkembang serta mendapatkan tempat di hati sebagian warga masyarakat kita. Menurut analisis sementara kalangan, aliran-aliran semacam itu bisa tumbuh dan berkembang di negeri ini, antara lain disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini. Pertama, pada era reformasi seperti sekarang ini, membuat orang merasa bebas mengekspresikan apa saja, yang kadang-kadang kebablasan, sehingga apa saja, termasuk keyakinan dan paham yang aneh-aneh, sepertinya diperbolehkan. Kedua, pada situasi bagi kehidupan masyarakat kita dibelit berbagai permasalahan dan kesulitan, baik di bidang sosial, ekonomi, politik dan sebagainya. Maka tidak sedikit orang yang menanti datangnya “sang penolong dan sang penyelamat yang diyakini sebagai Ratu Adil atau Imam Mahdi”. Situasi semacam ini bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan, baik yang bersifat politis, ekonomis maupun sosial. Ketiga, kemunculan aliran-aliran sesat itu dapat dijadikan media untuk mencari popularitas dalam rangka meraih keuntungan-keuntungan, baik materiil maupun spirituil. Keempat, sebagian umat kita, ternyata kondisi imannya masih sangat labil, di samping minimnya pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap ajaran Islam. Kondisi semacam ini membuat mereka mudah terpengaruh dan terperangkap oleh ajaran-ajaran sesat, apalagi kalau disajikan dengan kemasan yang menarik. Kelima, longgarnya aturan perundangan yang berkaitan dengan pendirian dan pengembangan aliran keagamaan. Sampai saat ini belum ada aturan yang mengatur paham dan aliran keagamaan apa yang boleh dan tidak boleh tumbuh dan berkembang di negeri ini. Keenam, dakwah kita selama ini, termasuk yang diselenggarakan Muhammadiyah ternyata tidak mampu menjangkau seluruh kalangan masyarakat. Ada kalangan-kalangan tertentu, yang mungkin jumlahnya sangat besar, yang belum tersentuh oleh dakwah yang dilakukan oleh organisasi-organisasi Dakwah seperti Muhammadiyah.
    Ke depan, untuk menghadapi aliran sesat semacam Al-Qiyadah Al-Islamiyah dan untuk menangkal jangan sampai bermunculan aliran-aliran lain semacam itu, maka kita perlu segera meningkatkan penyelenggaraan dakwah kita dengan jalan antara lain melepaskan kehidupan masyarakat kita dari belitan permasalahan sosial yang tengah mereka alami, dan juga menata penyelenggaraan tabligh kita. Belitan permasalahan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, kebodohan dan keterbelakangan, sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraih tujuan-tujuan tertentu, baik politis, ekonomis maupun sosial. Maka meningkatkan ketahanan mereka dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan sebagainya, dalam bentuk memperbaiki kualitas hidup dan kehidupan mereka adalah merupakan salah satu cara untuk membentengi mereka dari tipu daya dan bujuk rayu aliran-aliran sesat itu. Di samping itu untuk menanggulangi dan melindungi masyarakat kita dari pengaruh aliran-aliran sesat, maka penataan, konsolidasi dan revitalisasi tabligh kita, perlu dan mutlak harus dilakukan. Khusus dalam rangka menghadapi aliran-aliran sesat itu, kita harus segera menyusun strategi dan perencanaan tabligh yang matang, baik jangka panjang maupun jangka menengah dan jangka pendek.

    Ayo kita cegah Global Warming

    Semua seharusnya udah tau mengenai issue yang satu ini deh. Issue mengenai Global Warming bener-bener lagi mendunia. Dimana-mana menyerukan supaya kita turut serta mencegah global warming. Di semua benua sedang giat-giatnya mengadakan berbagai event untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menggugah orang-orang untuk turut andil dalam aksi global warming ini. Semua beritanya jg ada dimana-mana, di koran, di TV, bahkan sampai ke konser-konser musik menggusung tema yang sama. Nah, yang jadi bahan pertanyaan di kepala saya sekarang adalah apakah kita hanya sekedar tau dan membaca atau menonton berita ttg Global Warming ini tanpa bertindak apa-apa, ataukah kita bener-bener prihatin sama keadaan bumi saat ini dan bener-bener bertekad untuk membantu mencegah terjadinya global warming tersebut ??

    Buat yang belum tau mengenai apakah global warming itu, saya coba untuk menceritakan sedikit apa yang saya tau dan yang saya dapetin dari sumber-sumber yang sebenernya ada banyak di internet. Global Warming adalah kondisi dimana perubahan iklim dunia sekarang sudah benar-benar ekstrem. Cuaca dari panas menyengat tiba-tiba berubah menjadi hujan lebat, badai muncul dimana-mana, dan lain sebagainya, yang intinya pasti tidak menyenangkan dan membuat kekuatiran dimana-mana. Perubahan kondisi alam seperti itu menyebabkan banyak sekali dampak. Paling ekstrem menurut saya adalah naiknya kuantitas air dikarenakan es di kutub yang mulai mencair sedikit demi sedikit. Selain itu juga pastinya menyebabkan berbagai gangguan kesehatan dan beberapa jenis species hewan di bumi terancam kelangsungan hidupnya (contoh : si beruang kutub yang cute and keren itu kehidupannya sedang terancam banget sekarang). Serem ya …


    Apa sih yang menyebabkan kondisi bumi jadi parah seperti ini ? Sayangnya, hal ini disebabkan oleh manusia sendiri loh, artinya dalam skala kecil ya kita-kita ini biang keladinya. Semakin tinggi teknologi dan kemajuan jaman, ternyata menuntut banyak pengorbanan besar dari alam. Pohon-pohon di hutan ditebangi sampai hutan menjadi gundul, atau hutan-hutan dibakar sehingga hasil pembakarannya menimbulkan gas CO2 yang jumlahnya banyak. Selain itu, kemajuan teknologi dan industri juga menyebabkan jumlah asap pabrik dan asap kendaraan bermotor (baca = CO2) semakin memenuhi atmosfer bumi. Semakin banyaknya jumlah gas CO2 yang berkumpul di atmosfer itu menyebabkan panas matahari yang masuk ke bumi tidak semuanya bisa dipantulkan kembali ke atas, sehingga terjadi efek rumah kaca yang otomatis menyebabkan suhu bumi menjadi lebih panas dan semakin panas dari detik ke detik. Serem gak sih ? Kebayang gak sih kalau bumi ini udah semakin panas ? Jakarta aja sekarang panasnya udah amit-amit, gimana Jakarta di tahun-tahun mendatang ?? Serem !!!

    Nah, kalau sudah mengerti apa itu Global Warming dan penyebabnya dan dampaknya buat kita, pertanyaan selanjutnya (seharusnya) adalah bagaimana dan apa yang harus kita lakukan untuk mencegah Global Warming itu ? Pastinya ada hal-hal kecil dan mudah yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dong. Beberapa hal yang dapat kita lakukan tersebut saya ambil dari beberapa website, antara lain :

    1. Mengganti lampu neon biasa di rumah dengan lampu fluorescent yang hemat energi.
    2. Cek jumlah atau tekanan angin ban kendaraan setiap bulannya biar bensin gak boros gara-gara ban kempes.
    3. Cek saringan atau filter udara kendaraan setiap bulannya.
    4. Kalau punya mesin cuci piring, hanya menggunakannya kalau cucian piringnya bener-bener udah penuh.
    5. Menggunakan kertas-kertas atau material lainnya yang berasal dari bahan recycle.
    6. Kalau pakai water heater, diusahakan pemanasnya tidak melebihi 120 derajat Fahrenheit (kalau mau tau celciusnya, itung sendiri ya.. atau barangkali ada yg mau bantu ??)
    7. Rajin-rajin bersihin filter AC di rumah.
    8. Kalau mandi shower, jangan lama-lama terutama buat yang pake water heater, biar menghemat energi dan biaya dari water heaternya itu loh.
    9. Kalau mau belanja sesuatu, belinya di daerah sekitar rumah aja biar menghemat energi dari jarak antara rumah dan toko. Misalnya, kalau ada pasar traditional deket rumah yang bisa ditempuh dengan jalan kaki, gak usah beli ke carefur yang lebih jauh yang musti naek mobil.
    10. Beli barang yang gak menggunakan banyak packaging. Makin sedikit packagingnya, artinya makin sedikit juga sampah yang harus dibakar.
    11. Kalau punya uang, beli mobil hybrid –> Indonesia belon ada sih, tapi kalau udah masuk mungkin bisa dijadiin pilihan utama buat yang mau beli mobil.
    12. Beli mobil yang irit bahan bakar. Kalau bisa yang 1000 cc kenapa musti pake yang 2500 cc yang artinya makin gede cc nya, makin boros bensin.
    13. Kalau mobilnya kosong, napa nggak bareng-bareng sama temen-temen laen yang searah dan setujuan ?
    14. Yang punya sepeda bisa ikutan komunitas “Bike to Work”, ato yang laen bisa naek kendaraan umum daripada naek mobil pribadi.
    15. Jangan kelamaan membiarkan kendaraan dalam kondisi idle. Kalau kena macet parah ato pas di lampu merah, mending mesinnya dimatiin dulu daripada nyala n knalpot ngepul terus.
    16. Menanam tanaman dan pohon di rumah. Selain pemandangan jadi asri, udara jg lebih sejuk, dan yang pasti tanaman dan pepohonan akan membantu penyerapan CO2.
    17. Ganti barang-barang yang boros energi. Misalnya, kompor yang gasnya boros, mesin cuci yang boros listrik, dll.
    18. Daripada pake pengering pakaian, lebih baik pake tali jemuran aja kalau abis cuci baju.
    19. Kalau punya alat pemotong rumput, pilih yang manual daripada yang pake listrik. Selain hemat biaya listrik, otot tangan jg jadi tambah kekar tuh.
    20. Selalu cabut colokan listrik kalau gak terpakai. Contohnya, kabel TV dicabut kalau udah gak nonton TV lagi, jangan dibiarin aja tetep nempel di colokannya.
    21. Beli makanan organik, karena makanan yang mengandung kimia berasal dari pabrik, si penghasil limbah.
    22. Kalau pergi ke supermarket, bawa tas kain aja daripada nenteng plastik blanjaannya. Plastik itu bahan yang paling susah direcyle loh.
    23. Matiin komputer kalau gak dipake. Lebih hemat energi listrik kalau komputer kita dalam “sleep mode” daripada nyalain screensaver.
    24. Jangan sering-sering pergi naek pesawat terbang, karena pesawat terbang paling menghabiskan banyak bahan bakar loh.

    Ternyata ada banyak sekali cara buat kita turut berpartisipasi dalam mencegah Global Warming ini. Tingal pilih-pilih mana yang bisa kita lakukan dan lakukanlah dengan konsisten. Saya yakin, kalau semua manusia di bumi membantu dengan hal-hal kecil, bumi masih bisa diselamatkan kok. Posted by Mellz’s Corner BLOGSPOT

    

    Pesan Kita

    30 01, 2007

    http://aisyahkecil.files.wordpress.com/2008/11/muslimah.jpg

    1. Untuk membentuk bibir yang menawan, Ucapkan kata-kata kebaikan.
    2. Untuk mendapatkan mata yang indah, Carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.
    3. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, Berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.
    4. Untuk mendapatkan rambut yang indah, Mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.
    5. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, Berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, Dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain, Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni.
    6. Jadi, jangan pernah kucilkan seseorang dari hati anda Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, Ingatlah senantiasa, Jika suatu ketika anda membutuhkan pertolongan, Akan senantiasa ada tangan terulur.
    7. Dan dengan bertambahnya usia anda, Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, Satu untuk menolong diri anda sendiri, Dan satu lagi untuk menolong orang lain.
    8. Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakannya, Bukan pada bentuk tubuhnya, atau cara dia menyisir rambutnya.
    9. Kecantikan wanita terdapat pada matanya, cara dia memandang dunia. Karena di matanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, Di mana cinta dapat berkembang.
    10. Kecantikan wanita, bukan pada kehalusan wajahnya, Tetapi kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, Yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang dia berikan Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.


    10 Misteri Dunia yang Tak Terpecahkan Hingga Kini

    Daftar ini terdiri dari misteri-misteri dunia yang paling terkenal dan tidak terpecahkan hingga kini. Sulit mendapatkan penjelasan yang paling rasional dan kejadian-kejadian aneh ini. Meski demikian para ahli maupun ilmuwan terus berusaha mengungkap apa sebenarnya yang terjadi.Salah satu di antaranya adalah tentang kain kafan bergambar wajah Yesus yang kini disimpan di Turin, Italia.

    Misteri lainnya adalah kapal Mary Celeste di mana kapten dan seluruh penumpangnya hilang tanpa jejak, yang tertinggal hanya kapal terapung. Tidak ada tanda perkelahian apapun. Kasus lain adalah misteri wanita berkerudung yang tampak ketika terjadi pembunuhan Presiden AS, John F Kennedy. Dan tentu saja yang tak kalah terkenalnya adalah misteri segitiga bermuda yang terkenal itu.

    1. 1. Shroud of Turin, KAIN KAFAN BERWAJAH YESUS selengkapnya

    IMM THARIQ BIN ZIAD

    30 01, 2007

    ebcoolmac's Avatar

    Menangis Membuat Tubuh Lebih Santai

    Anggie 2 HariSebuah studi berhasil mengungkap mengapa sebagian orang tidak menyukai perilaku menangis. Padahal banyak efek positif yang dapat dirasakan setelah menangis.

    Dilansir melalui Live Science, Psikologis dari Universitas South Florida dan Universitas Tilburg Belanda, berhasil menganalisa beberapa sukarelawan yang memiliki sekira 3000 peristiwa yang patut ditangisi. Hasilnya, ternyata aksi menangis yang dilakukan sebagian orang tergantung dengan apa, dimana dan kapan peristiwa tersebut terjadi.

    Sebagai contoh, efek samping dari sebuah tangisan sangat bergantung pada siapa yang menangis. Kebanyakan para responden tersebut mengaku merasakan perbedaan suasana hati setelah menangis, apalagi ketika mendapatkan dukungan dari orang sekitar. Sayangnya, sepertiga dari jumlah responden tidak mengalami hal yang sama. Sedangkan sepersepuluh dari responden tersebut merasakan suasana hati yang lebih buruk sehabis menangis.

    Orang yang dilanda kegelisahan dan ketidakseimbangan suasana hati ternyata tidak terlalu merasakan sisi positif yang ditimbulkan ketika menangis. Sedangkan para responden yang tidak memiliki kedalaman emosi atau sisi humanisme dalam tubuhnya, yang biasa dikenal dengan alexithymia, tidak akan pernah merasakan suasana positif usai menangis.

    Padahal, aksi menangis tergolong memiliki efek positif terhadap seseorang. Ketika seseorang menahan tangisnya agar tidak keluar, maka secara tidak langsung suasana hati menjadi stres dan mengakibatkan tingkat detak jantung meningkat serta keringat akan keluar di sekujur tubuh. Namun ketika menangis, mau tidak mau aksi ini akan membuat napas menjadi kendur dan secara tidak langsung tubuh akan menjadi santai.

    Default Jadwal Bulan Berkunjung ke Jember Agustus 2009

    IMM’ers yang mo ngeliput acara BBJ (bulan berkunjung ke jember) ni gw kasih jadwalnya….
    1. Jember EXPO 2009: yang akan memamerkan potensi Jember dari hasil Perkebunan, Agrobisnis, Aneka Pertambangan, Kerajinan  Rakyat, Mebel, elektronik, otomotif, Perumahan, Perbankan, Pameran Bonsai, dll.
    2. Kegiatan Olah Taga : Super Cross, Road Race,Off Road, Fun Bike , Panjat Dinding, Catur, Billiard dan Tajemtra.
    3. Tradisional : Panjat Pinag, Kasti, Pencak Silat.
    4. Lomba Burung : Burung Berkicau, Perkutut Koong BBJ.
    5. Jember Carnaval City (JCC) : Carnaval Seni & Budaya yang diikuti 5 Kabupaten (Bali, Banyuwangi Bondowoso, Lumajang dan Jember).
    6. Hiburan : Kirab Drum Band , Festival Band.
    7. MTQ Tingakat Jawa Timur.
    8. Seminar Internasional Pendidikan
    9. Down Hill.
    10. Dan Jember Fashion Carnaval (JFC) Ke 8 diselenggrakan 2 Agustus 2009. Sebuah event Wisata Mode pertama di Indonesia, dilaksanakan setiap tahun di bulan Agustus dengan menampilkan trend fashion dunia, atraktif, unik dan kolosal, yang melibatkan ratusan sukarelawan, catwalk runway sepanjang 3,6 km merupakan catwalk terpanjang di Indonesia bahkan di dunia. Menjadikan event ini sebagai ikon baru Jember di mata dunia internasional.

    Let’s go to Join us

    Web Muhammadiyah

    Web IRM

    Computer & Da’wah Islam

    myspace layouts, myspace codes, glitter graphicsgambar-iki-dipasang-di-tiap-halaman.jpg

     

     

    IMM THARIQ BIN ZIAD

    30 01, 2007

    IMM THARIQ BIN ZIAD

    Belajar, Berjuang, dan Beramal

    Ngikut gabungan yuuk ke IMM Asyik jooo!!! bypowershipproduct

    lonely..... wae......yeuh......