
MUSYAWARAH KOMISARIAT THARIQ BIN ZIAD IMM JEMBER
Musyawarah yang diselenggarakan pada hari Minggu, 20 Mei 2007, berjalan dengan demokratis, walaupun banyak kendala dan hambatan yang hampir merusak tatanan musykom yang cukup baik tersebut.
Berjalannya Musykom membuat peserta menjadikan ajang forum di dalamnya sebagai ajang forum senda gurau dan penuh keakraban. Ini membikin suasana cenderung tidak diplomatis tetapi kurang adanya keseriusan pada pihak peserta.
Pada pembacaan LPJ yang dipimpin oleh presidium sidang yakni immawan Rahmadhani, terjadi banyak geer di sana – sini, ternyata presidium sidang utama tidak menguasai betul mengenai tekhnik persidangan. Sehingga di saat kesekian kalinya tawar mwnawar maupun lobyying ataupun resesi permintaan, presidium tidak mengetahui mekanismenya sama sekali. Sehingga peserta sidang, memutuskan untuk menggantikan presidium sidang I ke Presidium Sidang II.
Selepas LPJ, pada sidang komisi, tidak ada amandemen maupun point – point yang dibahas dalam maksud tidak ada perubahan pada point per point tersebut. Menginjak pada pemilihan, yang akan berlangsung, Pimpinan Komisariat menginginkan untuk rapat internal PK dan Anggota Thariq Bin Ziad pada forum yang terpisah, dan meminta skorsing waktu untuk 15 menit. Immawan Arif Rahmat sebagai presidium sidang II mendapatkan informasi dari peninjau yakni Mas Sofyan untuk memberikan skorsing tersebut. Terkait dengan yang diutarakan Pimpinan Komisariat kepada Sofyan, maka Presd.Sidang II memberikan skorsing waktu tersebut. Dan pada akhirnya di ruang forum tersebut, mendapati bahwa adanya pending time mengenai pemilihannya, disebabkan Quorum tidak memenuhi pemilihan. Padahal jumlah yang memilih sebetulnya sudah ada pada batas yang disepakati dalam aturan yang disebutkan di Pasal – pasal pemilihan. Ketua Panlih “Immawan Yuan Stiadi” tidak mengetahui arena forum tersebut, karena berada di Rentalan, mempersiapkan Kartu Suara. Dan pada akhirnya setelah perbincangan 15 menit, dihasilkan bahwa Musykom tetap dilanjutkan sampai pada pemilihan dan acara akhir.
Pemilihan tersebut berlangsung tegang, menunggu pengumuman yang berjalan ritmis.
Dihasilkan untuk Ketua Umum Terpilih Immawati CHusnul Khotimah Galatea
Formatur :
1. Mastutik
2. Dahani
3. Rahmadhani
4. Nine July
5. Arif Rahmat
6. Revi Novita
7. Sadikin
8. Syaiful Anam
Dan pada beberapa kesempatan terakhir kali, dalam permusyawaratan tersebut, adalah adanya kejadian ganjil huruf A dan J pada Spanduk yang terpampang, jatuh dan hilang. Sehingga dengan terpaksa, Musyawarah berjalan dengan apa adanya dan tanpa spanduk yang komplit.
By. Immawan Yuan Stiadi
Go to Militansi Kader for 2007 – 2008
“Peningkatan Militansi Kader dan upaya militansi adalah proyeksi utama Komisariat Thariq Bin Ziad di periode ini…” Kutipan tersebut yang disampaikan Ketua Umum Terpilih Chusnul Khotimah Galatea pada pidato sambutan pelantikan Komisariat Thariq Bin Ziad pada tanggal 5 Juni 2007, adalah sebuah motivation statement untuk Komisariat agar segera dan cepat melakukan pembangkitan dengan diiringi kader – kader yang kuat, potensial, dan militan.
Militansi Kader sesungguhnya bukanlah sebuah objek yang dapat memberikan sumbangsih penuh atas penguatan sebuah organisasi melainkan mentalitas kader yang terprogram secara idealis, sehingga potensialitas kader dapat berkembang dengan sendirinya. Perlu sebuah pemahaman untuk membuat kader merasa memiliki IMM, perlu pemahaman penuh juga terhadap kepentingan sosial dan kepentingan Komisariat. Inilah yang harus kita ketahui bersama, dan yang selayaknya mendasari perjuangan kita bersama. Tentu dengan segala harapan, Fastabiqul Khairaat tetap akan menjadi motivasi bagi kader atas kepedulian mereka terhadap kepentingan perjuangan agamanya.
PROSES KHUSUS
Melalui sebuah proses, dan sistem yang optimal kader dapat berevolusi menjadi kader yang berpotensi. Proses Dialektika Evolusi akan berbuah hasil yang kita kehendaki, karena dengan proses tersebut kemajuan perkembangan kedewasaan seseorang akan meningkat.
Evolusi Kader :
- Mahasiswa – potensi: ilmu perkuliahan
- Kader – potensi: semangat
- Organisatoris – potensi: ilmu dasar organisasi
- Kader Militan – potensi: perjuangan
- Kader IMM – potensi: powership, mentality, renstra
Bidang Hikmah
Arif Rahmat
IMM JEMBER & PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global akhir – akhir ini membuat cuaca di beberapa tempat belahan dunia ini, menjadikan suhu yang tidak menentu. Tidak hanya terjadi pada wilayah – wilayah meteorologi saja, tetapi juga melanda IMM Jember pra Darul Arqam Madya. Gawe gede yang akan diselenggarakan pada tanggal 19-25 Agustus 2007 itu banyak memakan persiapan yang begitu besar. Selayaknya acara semacam ini dipersiapkan dengan hati yang ikhlas tulus berjuang plus mengharap keridhaan-Nya demi kelancaran gawean ini.
Permasalahan inti yang menimpa IMM Jember pasca Musycab yang tak kunjung selesai, hingga pengurus – pengurus Cabang yang hanya mementingkan kemaslahatan golongannya, dan issue – issue panas yang dilempar ke permukaan oleh personal IMM Jember, ini semakin menggejala.
Gejala yang signifikan seperti itu, sewajarnya dilakukan sebuah introspeksi/mawas diri betapa Muhammadiyah khususnya IMM perlu jiwa – jiwa kesholehan dalam menatanya. Tidak hanya skill – skill kotor yang dikedepankan; menguasai birokrasi, bertindak totaliter, dan strategi – strategi cerdas pembodohan. Sebetulnya ini yang hanya akan memperburuk kondisi Ikatan.
Mempertahankan ideologi dan mengamalkannya adalah suatu bentuk peneguhan Ikatan.
Jangan macem – macem, Ikatan hanya memerlukan kesantunan dan kesholehan.
♥MY GROUP :





IMM KOMISARIAT THARIQ BIN ZIAD
Jl. Karimata No.49 JEMBER-JAWA TIMUR
Email : thoriq_ziad@yahoo.com
