AYO SENYUM
30 01, 2007

P U I S I K I T A

Keep Smile
Merentang Globalisasi Dunia
Aku resah
Bagaimana Hidupku
Aku Suka
Terkesan liar cara berpikirku
Memerah mataku melihatnya
saat itu semua terjadi di depan mataku
Gelandangan tertawa – tawa mengenakan baju Mahatma Gandhiku yang aku berikan
Pejabat berdasi tertawa – tawa saat diberi intrusi tunjangan
Semuanya tertawa, akupun juga tertawa
Ooo, Tawa mereka ternyata beda dengan tawanya
aku sekarang duduk termenung melihat keduanya
saling bersimpuh duduk, dan mengaggumi nasib mereka
rasa kagum dan kekhawatiran
menyelimuti benakku
naluri mengatakan adakah yang bisa tersenyum lagi seperti mereka?
Jawabku, Tidak ada!
Hanya merekalah yang bisa mengerti senyum, tawa dan tangis
Saat kelaparan mereka menangis
saat tidak diberi tunjangan mereka juga menangis
saat 100 perak ada di genggaman mereka tersenyum
saat 100juta ada di genggaman merekapun tersenyum
saat kehilangan harapan dan cacian dari masyarakat dan anak – anak kecil mereka tertawa
saat bertemu dengan atasan dan tokoh – tokoh masyarakat memujinya mereka tertawa
Inilah beda antara mereka berdua…
Tidak lain antara MUSTADHAFIN dan MUSTAKBIRIN

Miftah Asyiroh
“Peringatan Rasulullah: “Bukan termasuk golonganku orang-orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah.” (HR. Thabrani). “
Apa yang menghimpit saudara kita sehingga MEREKA SANGGUP MENETESKAN AIR MATA. Awalnya adalah KARENA MEREKA MENUNDA APA YANG HARUS DISEGERAKAN, MEMPERSULIT APA YANG SEHARUSNYA DIMUDAHKAN. Padahal Rasululloh berpesan: “Wahai Ali, ada TIGA PERKARA JANGAN DITUNDA-TUNDA, apabila SHOLAT TELAH TIBA WAKTUNYA, JENAZAH APABILA TELAH SIAP PENGUBURANNYA, dan PEREMPUAN APABILA TELAH DATANG LAKI-LAKI YANG SEPADAN MEMINANGNYA.” (HR Ahmad) “
Tuhanku…
Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu
Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya
Tuhanku…
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna
Tuhanku…
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
“Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan
Amin….
MAAFKAN AKU…
Maafkan aku…
Mengharap cintamu yang semu
Melakukan apa yang sebetulnya menistakan diri
Beranjak tersadar…
Mengungkap semua kenangan pahit
Perempuan yang pernah aku sakiti
Perasaan, Pikiran
Dengan segala kecerobohanku
Maafkan Aku…
Berusaha mencintaimu dengan diriku ini
Diri yang diselimuti dengan nafsu
Astagfirullahal adzim
Daxzart-Multiply
KOTA MENUA
pada kelam
beku tiada lagi berarti
senja pergi
tinggalkan berkas-berkas rindu
tatap menajam
issue terbanting
luruh daun
di atas kertas tak berwarna
bila pena menabur racun
langit kelabu
senggama di pucuk rimba
bumi bunting soal
selingkuh dengan planet tetangga
menginspirasi masturbasi
kota menua
sunyi menari
cahaya di kelopak sudah tenggelam
nyanyi sudah menyala
terbanting di lorong-lorong
teriak jadi bisu
kota kita menua
nada meninggi
dan hilang
Malam Buta November 07
BAGAIMANA BISA AKU JATUH ….
Memikul tandu
Selamanya terbebani
Memegang jarum
Selamanya tersakiti
Memendam rasa
Selamanya tersiksa
Menatap wajahmu
Selamanya terbungkam
Menjamah tulisanmu
Selamanya terhipnotis
BAGAIMANA BISA AKU MERASAKAN HAL SEPERTI INI….

Tulisan Berikutnya
30 01, 2007

AR – RISALAH AN – NASIHAH
| ARTIKEL [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] |
Landasan Gerakan Muhammadiyah
-
Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
-
Kepribadian Muhammadiyah
-
Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah
-
Khittah Perjuangan Muhammadiyah
-
Khittah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
-
Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah
-
Anggaran Dasar
-
Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
Zhawahir al-Afkar al-Muhammadiyyah Abra Qarn min
al-Zaman
1. Muhammadiyah adalah gerakan -Next-
Khitah Perjuangan dalam Kehidupan Bernegara dan
Bernegara
| Muhammadiyah adalah Gerakan Islam yang melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah berpandangan bahwa Agama Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu’amalat dunyawiyah yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilaksanakan dalam kehidupan perseorangan maupun kolektif. Dengan mengemban misi gerakan tersebut Muhammadiyah dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan Agama Islam menjadi rahmatan lil-’alamin dalam kehidupan di muka bumi ini.
Muhammadiyah berpandangan bahwa berkiprah dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu perwujudan dari misi dan fungsi melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana telah menjadi panggilan sejarahnya sejak zaman pergerakan hingga masa awal dan setelah kemerdekaan Indonesia. Peran dalam kehidupan bangsa dan negara tersebut diwujudkan dalam langkah-langkah strategis dan taktis sesuai kepribadian, keyakinan dan cita-cita hidup, serta khittah perjuangannya sebagai acuan gerakan sebagai wujud komitmen dan tanggungjawab dalam mewujudkan “Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur”. Bahwa peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dilakukan melalui dua strategi dan lapangan perjuangan. Pertama, melalui kegiatan-kegiatan politik yang berorientasi pada perjuangan kekuasaan/kenegaraan (real politics, politik praktis) sebagaimana dilakukan oleh partai-partai politik atau kekuatan-kekuatan politik formal di tingkat kelembagaan negara. Kedua, melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang bersifat pembinaan atau pemberdayaan masyarakat maupun kegiatan-kegiatan politik tidak langsung (high politics) yang bersifat mempengaruhi kebijakan negara dengan perjuangan moral (moral force) untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik di tingkat masyarakat dan negara sebagaimana dilakukan oleh kelompok-kelompok kepentingan (interest groups). Muhammadiyah secara khusus mengambil peran dalam lapangan kemasyarakatan dengan pandangan bahwa aspek kemasyarakatan yang mengarah kepada pemberdayaan masyarakat tidak kalah penting dan strategis daripada aspek perjuangan politik kekuasaan. Perjuangan di lapangan kemasyarakatan diarahkan untuk terbentuknya masyarakat utama atau masyarakat madani (civil society) sebagai pilar utama terbentuknya negara yang berkedaulatan rakyat. Peran kemasyarakatan tersebut dilakukan oleh organisasi-organisasi kemasyarakatan seperti halnya Muhammadiyah. Sedangkan perjuangan untuk meraih kekuasaaan (power struggle) ditujukan untuk membentuk pemerintahan dalam mewujudkan tujuan negara, yang peranannya secara formal dan langsung dilakukan oleh partai politik dan institusi-institusi politik negara melalui sistem politik yang berlaku. Kedua peranan tersebut dapat dijalankan secara objektif dan saling terkait melalui bekerjanya sistem politik yang sehat oleh seluruh kekuatan nasional menuju terwujudnya tujuan negara. Muhammadiyah sebagai organisasi sosial-keagamaan (organisasi kemasyarakatan) yang mengemban misi da’wah amar ma’ruf nahi munkar senantiasa bersikap aktif dan konstruktif dalam usaha-usaha pembangunan dan reformasi nasional sesuai dengan khittah (garis) perjuangannya serta tidak akan tinggal diam dalam menghadapi kondisi-kondisi kritis yang dialami oleh bangsa dan negara. Karena itu, Muhammadiyah senantiasa terpanggil untuk berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan pada khittah perjuangan sebagai berikut: Muhammadiyah meyakini bahwa politik dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam dalam urusan keduniawian (al-umur ad-dunyawiyat) yang harus selalu dimotivasi, dijiwai, dan dibingkai oleh nilai-nilai luhur agama dan moral yang utama. Karena itu diperlukan sikap dan moral yang positif dari seluruh warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan politik untuk tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah meyakini bahwa negara dan usaha-usaha membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, baik melalui perjuangan politik maupun melalui pengembangan masyarakat, pada dasarnya merupakan wahana yang mutlak diperlukan untuk membangun kehidupan di mana nilai-nilai Ilahiah melandasi dan tumbuh subur bersamaan dengan tegaknya nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, perdamaian, ketertiban, kebersamaan, dan keadaban untuk terwujudnya “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur”. Muhammadiyah memilih perjuangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui usaha-usaha pembinaan atau pemberdayaan masyarakat guna terwujudnya masyarakat madani (civil society) yang kuat sebagaimana tujuan Muhammadiyah untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan kenegaraan sebagai proses dan hasil dari fungsi politik pemerintahan akan ditempuh melalui pendekatan-pendekatan secara tepat dan bijaksana sesuai prinsip-prinsip perjuangan kelompok kepentingan yang efektif dalam kehidupan negara yang demokratis. Muhammadiyah mendorong secara kritis atas perjuangan politik yang bersifat praktis atau berorientasi pada kekuasaan (real politics) untuk dijalankan oleh partai-partai politik dan lembaga-lembaga formal kenegaraan dengan sebaik-baiknya menuju terciptanya sistem politik yang demokratis dan berkeadaban sesuai dengan cita-cita luhur bangsa dan negara. Dalam hal ini perjuangan politik yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan politik hendaknya benar-benar mengedepankan kepentingan rakyat dan tegaknya nilai-nilai utama sebagaimana yang menjadi semangat dasar dan tujuan didirikannya negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tahun 1945. Muhammadiyah senantiasa memainkan peranan politiknya sebagai wujud dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan jalan mempengaruhi proses dan kebijakan negara agar tetap berjalan sesuai dengan konstitusi dan cita-cita luhur bangsa. Muhammadiyah secara aktif menjadi kekuatan perekat bangsa dan berfungsi sebagai wahana pendidikan politik yang sehat menuju kehidupan nasional yang damai dan berkeadaban. Muhammadiyah tidak berafiliasi dan tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan kekuatan-kekuatan politik atau organisasi manapun. Muhammadiyah senantiasa mengembangkan sikap positif dalam memandang perjuangan politik dan menjalankan fungsi kritik sesuai dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar demi tegaknya sistem politik kenegaraan yang demokratis dan berkeadaban. Muhammadiyah memberikan kebebasan kepada setiap anggota Persyarikatan untuk menggunakan hak pilihnya dalam kehidupan politik sesuai hati nurani masing-masing. Penggunaan hak pilih tersebut harus merupakan tanggungjawab sebagai warga negara yang dilaksanakan secara rasional dan kritis, sejalan dengan misi dan kepentingan Muhammadiyah, demi kemaslahatan bangsa dan negara. Muhammadiyah meminta kepada segenap anggotanya yang aktif dalam politik untuk benar-benar melaksanakan tugas dan kegiatan politik secara sungguh-sungguh dengan mengedepankan tanggung jawab (amanah), akhlak mulia (akhlaq al-karimah), keteladanan (uswah hasanah), dan perdamaian (ishlah). Aktifitas politik tersebut harus sejalan dengan upaya memperjuangkan misi Persyarikatan dalam melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar. Muhammadiyah senantiasa bekerjasama dengan pihak atau golongan mana pun berdasarkan prinsip kebajikan dan kemaslahatan, menjauhi kemudharatan, dan bertujuan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik, maju, demokratis dan berkeadaban. |
|
IMMAWAN n IMMAWATI KOMISARIAT THARIQ BIN ZIAD – FKIP Univ. Muhammadiyah Jember


Welcome to The My Community
Komisariat Thariq Bin Ziad adalah Komisariat di lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNMUH Jember, dengan banyak anggota dan banyak kader. Dengan modal tersebut, Komisariat tetap eksis berkiprah di fakultas, universitas, maupun masyarakat mahasiswa.
Dari periode ke periode kepengurusan Komisariat, yakni dari masa Immawan Abu Hasan (1998 – 2000), Immawan Adjie (2002 – 2004), Immawan Tamam (2004 – 2005), dan Immawati Dahani (2005 – 2007), banyak sekali kendala, yakni dari inkonsistensi gerakan dan kurang komitmennya anggota. Tampil sebagai Ketua Umum Terpilih Immawati Chusnul Khotimah Galatea periode 2007 – 2008 mengajak untuk kembali memperbaiki Komisariat dengan “Peneguhan Basic Ideologi” yang diusung dalam Stater Visinya, sehingga untuk Komisariat Thariq Bin Ziad pada tahun 2008 para kader harus berjiwa “Militan dan Ideolog”. Go to Militansi Kader for 2008. Memang butuh pemahaman dan pemerataan mengenai program tersebut yakni bagaimana “Prinsip Kebersamaan” dan “Prinsip Dakwah” bisa diimplementasikan pada kader dan masyarakat mahasiswa. Semua harus berperan aktif dalam menjaga Ikatan terutamanya sanggup memperjuangkan dan berdakwah melalui berbagai aspek. Untuk meneruskan perjuangan IMM Komisariat yang sempat stagnan dan sempat mengalami disorientasi terhadap dakwah. Semangat kembali dibangun, untuk tetap menjayakan bendera merah ini di Fakultas Kesayangan KIP tercinta.
Salam hormat untuk semuanya, walaupun saya sudah tidak lagi menemani perjuangan kalian, akan tetapi ana tetap akan menjadi mitra social network di dunia maya ini. Semoga perjuangan kita tetap abadi…
MAN JADDA WA JADDA
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember
Arif Rahmat H


IMM KOMISARIAT THARIQ BIN ZIAD
Jl. Karimata No.49 JEMBER-JAWA TIMUR
Email : thoriq_ziad@yahoo.com
