Text Generator

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/1/10/Dahlan_1.jpg/180px-Dahlan_1.jpg

//upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/d0/Nyai_Ahmad_Dahlan.jpg/180px-Nyai_Ahmad_Dahlan.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Janji Allah Bagi Para Pengemban Dakwah

Dakwah wajib bagi setiap Muslim, baik dilaksanakan secara individual, secara berjamaah maupun melalui Negara. Dakwah merupakan urat nadi penentu tegak tidaknya Islam. Begitu pentingnya dakwah, maka Allah ‘Azza wa Jalla berjanji bagi para pengemban dakwah, dengan janji yang benar dan pasti akan terwujud, akan mengaruniakan kemuliaan, pahala yang tiada terputus, pertolongan, kemenangan dan Syurga.

1. Predikat terbaik bagi Ummat (khoiru Ummah)
“Kamu sekalian adalah sebaik-baik Ummat (Khoiru Ummah) y
ang diturunkan kepada Manusia, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.” (Ali Imran: 110)

2. Menjadi kelompok yang beruntung
“Hendaklah ada sekelompok orang diantara kamu yang mengajak kepada Islam (al-Khoir), menyeru kapada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Itulah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104)

3. Pahala yang terus mengalir
“Jika Manusia mati, terputuslah amalnya kecualitiga macam: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mendo’akan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim)

4. Mendapat pahala dari orang yang engikuti
“Barang siapa memberi petunjuk kebaikan, maka baginya akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran yang diterima oleh orang yang mengikuti, dan tidak berkurang sedikit pun hal itu dari ganjaran orang tersebut.” (HR. Muslim)

5.Bila Dakwah dilancarkan melalui Jihad, Allah ‘Azza wa Jalla berjanji akan mengampuni semua dosa, memberikan Syurga, pertolongan dan kemenangan yang dekat, sebagaimana tersebut dalam surah ash-Shoff: 10-13.
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan Jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu m
engetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam Syurga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.”

Khatimah

Melihat janji-janji Allah yang demikian gamblang, tidak tergerakkah kita untuk segera terlibat dalam Dakwah?

Sikap Mukmin sejati, mendengar panggilan Allah untuk membela Agamanya, semestinya seperti orang-orang Hawariyyun yang siap menjadi penolong Agama Allah (anshorullah) ketika Nabi Isa Alaihis salam memanggilnya.

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (Agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikutnya yang setia: ‘Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan Agama) Allah?’, Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: ‘Kamilah penolong-penolong Agama Allah’, lalu segolongan dari bani Isroil beriman dan segolongan (yang lain) kafir. Maka kami berikan kekuatan kepada orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.” (QS. ash-Shoff: 14)

Siapkah kita menjadi Anshorullah?
Bila kita tidak mau menolong Agama-Nya, bagaimana kita bisa berharap mendapatkan pertolongan Allah?

Wallahu A’lam bi ash-Showab

imm-di-awal-deket-assalamualaikum.jpg

Text Generator

Dakwah Fardiyah adalah dakwah dengan pendekatan personal/pribadi kepada objek dakwah. Dakwah fardiyah hanyalah salah satu aspek dari sekian banyak aspek dalam dakwah, seperti dakwah lewat tulisan, dakwah dengan ceramah-ceramha, tabligh-tabligh dan lain sebanginya.

Keungulan dari dakwah fardiyah dibandingkan dengan metode dakwah lainnya adalah dakwah dengan metode ini bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Hasilnya pun bisa lebih dipantau dan bisanya output yang dihasilkan jauh lebih berkualitas dibandingkan dakwah dengan metode lainnya.

Adapun tahapan-tahapan dakwah fardiyah adalah sebagai berikut :

1. Membina hubungan yang baik dengan objek dakwah

2. Membangkitkna iman yang mengendap dalam jiwa

3. Membantu memperbaiki keadaan dirinya dengan ibadah-ibadah yang diwajibkan

4. Menjelaskan tentang kesyumulan ibadah, bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada ritual-ritual shalat, puasa, zakat, dan haji saja.

5. Menjelaskan kewajiban berdakwah kepada sesama muslim. Bahwa keberagamaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman kita sendiri.

6. Menjelaskan bahwa kewajiban diatas tidak mungkin dilaksanakan secara individu (infiradhi) tetapi harus dilaksanakan secara kolektif fan berjamaah

7. Menjelaskan jamaah-jamaah islam yang layak dijadikan tempat ia berjuang menegakkan islam ini.

Lalu, bagaimanakah metode-metode yang tepat digunakan dalam tiap tahapan tersebut ? berikut penjelasannya…

Tahap pertama yaitu membina hubungan yang baik dengan objek dakwah, adalah tahap yang paling menentukan. Disinilah akan tercipta taliful qulb (keterikatan hati) antara da’i dengan objek dakwahnya. Karena itulah tahap ini diletakkan pertama kali dalam tahapan dakwah fardiyah ini. Bila sudah tercipta keterikatan hati maka akan sangat mudah bagi kita “memasukkan” materi-materi atau nilai-nilai yang ingin kita dakwahi.

Tahapan selanjutnya adalah membangkitkan keimanan yang telah ada dalam dirinya. Hal ini sesuai seperti yang dicontohkan Rasullah SAW ketika awal-awal berdakwah di mekkah. Yang pertama kali terus ditanam oleh beliau adalah tauhidullah, keimanan yang kokoh kepada Allah. Tidak bergantung kepada Selain Allah. Hal ini bisa dilakukan dengan mengingatkan objek dakwah akan kebesaran dan nikmat-nikmat Allah yang bertebaran disekitarnya. Atau cara-cara lain yag sesuai dengan kondisi objek dakwah yang bersangkutan.

Selanjutnya, ketika keimanan telah tumbuh, maka da’i harus mulai memperhatikan baik kuantitas maupun kualitas ibadah objek dakwahnya. Karena dengan ibadah-ibadah yang disyariatkan inilah seseorang bisa semakin dekat kepada Rabbnya dan semakin memperkokoh iman yang telah mulai tumbuh. Perhatikan, masalah ibadah disini hanya menyangkut ibadah ma’dah atau ibadah ritual bukan ibdah secara umum. Tahap selanjutnya baru dijelaskan mengenai kesyumulan ibadah, bahwa ibadah bukan hanya shalat, puasa, zakat, dan haji, akan tetapi aktivitas apapun yang dilakukan selama itu diniatkan karena Allah SWT, maka aktivitas tersebut adalah ibadah. Dengan begitu objek dakwah makin merasa bahwa dirinya selalu diawasi oleh Allah dan mulai merasakan lezatnya iman dan ibadah kepada Allah. Iman dan jiwanya menjadi hidup.

Kemudian, objek dakwah, mulai diperkenalkan dengan dakwah. Di tahap inilah objek dakwah mulai berganti “status” menjadi subjek dakwah. Objek dakwah mulai dikenalkan bahwa berislam dan menjadi sholah tidak cukup dinikmati sendiri. Tetapi Allah telah memerintahkan kita untuk berbuat amar ma’ruf nahi munkar. Disini juga mulai dikenalkan mengenai urgensi berdakwah kepada objek dakwah. Setelah itu objek dakwah juga mulai diperkenalkan dengan amal jama’i. Bahwa beban dakwah ini tidak mungkin dapat dipikul seorang diri. Tidak mungkin seorang menjadi “superman” dakwah tetapi yang ada adalah “supertim” dakwah yang bekerja dalam keteraturan dan harmoni.

Tahap terkahir adalah mengenalkan dengan jama’ah mana ia harus bergabung dan memberikann kontribusinya. Ada beberapa karakteriskitik jamaah yang pantas dan benar –insya Allah- untuk kita memberikan afiliasi kita kepadanya diantaranya adalah : jamaah yang megikuti manhaj (metode) Rasullullah dalam dakwahnya, yaitu mempersiapkan seoarn muslim untuk memiliki akidah yang kokoh, ibadah yang benar dan akhlak yang mempesona. Disamping itu jamaah tersebut haruslah mengambil islam secara utuh dan integral, tidak parsial atau setengah-setengah. Pun dalam melaksanakan islam. Selanjutnya, jamaah tersebut harus mempunyai imtidad ufuqi ‘ekspansi horizontal’ ke seluruh penjuru dunia untuk mempersiapkan sarana dan mengkokohkan fondasi yang luas bagi berdirinya negara islam. Terkahir jamaah yang patut diikuti adalah jamaah yang terorganisir dengan baik. Program-programnya teratur dan terencana sehingga mungkin untuk dilaksanakan. Adakah jamaah seperti itu? Kalau syaikh Mustafa Mansur mengatakan “berkat karunia dan taufiq Allah, jamaah seperti itu terpenuhi dalam jamaah Ikhwanul Muslimun”, maka di Indonesia!?

Sedangkan dalam melaksanakan dakwah fardiyah ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh para pelaksana dakwah fardiyah. Pertama bahwa tahapan dakwah fardiyah harus dilakukan secara tertib dan berurutan. Menyalahi urutan tahapan dakwah, dapat menyebabkan penolaan objek dakwah terhadap pesan-pesan dakwah. Keduam jangan terburu-buru dan tergesa-gesa. Jangan sampai karena ingin objek dakwah sampai kepada tahapan yang lebih tinggi d’i menjadi bertindak gegabah dalam meningkatkan tahapannya. Padahal ia belum mempunyai keyakinan dan penerimaan yang sempurna terhadap setiap tahpan yang dilalui. Ketiga, jalan dakwah islam harus benar-benar bersih, bersih seluruh prasyartnya deri prasangka negatif, bersih seluruh amal islaminya dari syubhat, bersih daran dan prasarananya dari najid, dan tentunya bersih pengembannya dari maksiat.

Demikian risalah singkat mengenai dakwah fardiyah dan hal-hal yang terkait dengannya. Sebagian besar isi dari tulisan ini disadur dari buku yang berjudul “7 Tahapan Dakwah Fardiyah” karya syaikh Mustafa Mansur. Semoga bermanfaat.

APAKAH YANG MENJADI FAKTOR UTAMA KEMUNDURAN MUHAMMADIYAH?

================================================

berikan apresiasi anda di BUKU TAMU…

Dunia MP3

30 01, 2007

//i74.photobucket.com/albums/i271/arrohwany/spira240.gif” cannot be displayed, because it contains errors.

Download n ngedengerin musik yang loe suka, hehehe…

This check out!

1. MP3 INDONESIA ON-LINE

2. Dunia MP3

3. Firman MP3

4. Pak Denono

5. Nusairi

6. MP3 Gratisan di web link

7. Download Video Nasyid

Temen – Temen KoTA(click untuk lihat situs ini) n Mas Yuan(click untuk lihat situs ini) (Thariq Bin Ziad)

//photos-669.friendster.com/e1/photos/96/66/20136669/1_274749895l.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

//photos-669.friendster.com/e1/photos/96/66/20136669/1_274749895l.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

//photos-669.friendster.com/e1/photos/96/66/20136669/1_274749895l.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

http://mdianapriyanto.files.wordpress.com/2008/05/rahmatabdullah1.jpg?w=319&h=319

[Sang+Murabbi.jpg]

Film ini mengisahkan perjuangan sosok tokoh Gerakan Islam yang cukup dikenal dikalangan orang – orang Tarbiyah. Dimulai dari ketokohannya yang diawali dengan pembelajarannya di tanah Mesir, dengan segenap kemampuan keilmuannya mencoba untuk menginclude ide ideologi yang pernah dipahaminya di Indonesia. Lahirlah suatu gerakan pemurnian sekaligus gerakan politik yang menunjukkan kewibawaan agama Islam di tengah – tengah Industri Politik indonesia yang telah lama, membiaskan doktrin agama dalam keseharian politik maupun sosial masyarakat. Walaupun sudah lahir dan bermunculan gerakan – gerakan yang mengatasnamakan Islam di tanah air. Tapi masih terasa hambar dan sumbang untuk dikatakan sebagai wadah perjuangan dakwah Islam yang sebenar – benarnya. Mengakomodasi kultur gerakan Ikhwanul MUSLIMIN yang muncul di Mesir, menjadi suatu perspektif alternatif dalam mengelola serta membangkitkan kesadaran gerakan ISLAM di Indonesia yang terkesan masih belum massif. Keikhlasan, ketawadu’an perjuangan tokoh dalam film ini, sangat menggugah nalar nurani ummat untuk senantiasa terteladani oleh sikap, tingkah laku, dan karakter tokoh – tokoh tersebut. Dalam substansinya film ini mengajak kepada seluruh ummat, apapun profesinya, apapun bidang, dan apapun potensi yang dimiliki untuk tetap senantiasa mengedepankan Akhlaq Rasulillah dalam keseharian hidupnya. Sehingga tanpa sadar, akan berimplikasi positif dalam laku dan gerak kita walaupun dalam kesendirian maupun suasana hiruk pikuk. Agaknya film ini mengajak kepada ummat yang menonton, untuk juga berlaku beda (nggak latah) atau secara falsafah bisa disebut sebagai “Furqanisme” pembeda antara kita dengan mereka. Dari segi gerakan, segi kepribadian para oknum, dan tujuan perjuangan, ini semua akan memberikan nafas segar untuk memenangkan tiap pertarungan dunia. “Bahwa sesungguhnya Agama Islam ini diturunkan untuk dimenangkan atas agama – agama yang lain”, begitu kira – kira yang tersirat dalam latar film ini.

Saya apresiet sekali dengan film ini, dan saya harapkan kader – kader Muhammadiyah untuk bisa mengambil hikmah dari film tersebut, di dalamnya terdapat tokoh Islam negeri sendiri, yang apabila kita sama – sama berusaha untuk mengimplementasikannya, akan terwujud dan muncul kembali para khalayak kader – kader Muhammadiyah yang selevel dengan KH. Ahmad Dahlan. Semoga memberi wawasan positif bagi kita bersama. Amiin!!!

//i74.photobucket.com/albums/i271/arrohwany/spira240.gif” cannot be displayed, because it contains errors.


Sinopsis

Film ini berkisah tentang perjalanan dakwah Ustadz Rahmat Abdullah. Berawal dari persepsi positif Ustadz Rahmat muda tentang profesi guru, yang merupakan rekfleksi cita-citanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap kali ditanya orang, apa cita-citanya, ia akan menjawab dengan mantap: menjadi guru!
Persepsi itu kemudian menjadi elan vital yang menggerakkan seluruh energi hidup Ustadz Rahmat, ketika ia menimba ilmu di pesantren Asy Syafiiyah di bawah asuhan KH Abdullah Syafii. Bakat besar dan pemikirannya yang brilian, menjadikan Ustadz Rahmat dikagumi oleh setiap orang, terutama gurunya, KH Abdullah Syafii, yang menjadikan Ustad Rahmat muda sebagai murid kesayangannya.
Ustadz Rahmat muda mulai merintis kariernya sebagai guru selulus dari Asy Syafiiyah. Selain di almamaternya, ia juga mengajar di sekolah dasar Islam lainnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Perjalanan karier yang dipilihnya itu kemudian mempertemukannya dengan guru keduanya, Ustadz Bakir Said Abduh yang mengelola Rumah Pendidikan Islam (RPI). Melalui ustadz lulusan pergururan tinggi di Mesir itu, Ustadz Rahmat banyak membaca buku-buku karya ulama Ikhwanul Muslimin, salah satunya adalah buku Da’watuna (Hasan Al-Bana) yang kemudian ia terjemahankan menjadi Dakwah Kami Kemarin dan Hari Ini (Pustaka Amanah).
Situasi ini, membuat potensi bakat Ustadz Rahmat Abdullah melejit dengan banyaknya referensi bacaan yang ia konsumsi, mulai dari kitab Arab klasik yang sudah sulit dicari, sampai buku-buku sastra dan budaya. Ia pun dikenal sebagai dai yang lengkap, karena tidak cuma menguasai ilmu-ilmu Islam yang “standard” tetapi juga persoalan-persoalan kontemporer.
Potret paripurna kedaian Ustadz Rahmat terlihat ketika ia membina para pemuda di lingkungan rumahnya di kawasan Kuningan. Ustadz Rahmat menggunakan pendekatan yang masih sangat langka di kalangan dai, yaitu dengan grup teater yang didirikannya. Para pemuda itu diasuhnya dalam organisasi bernama Pemuda Raudhatul Falah (PARAF) yang menghidupkan masjid Raudhatul Falah di bilangan Kuningan dengan kegiatan-kegiatan keislaman.
Pementasan grup teater binaan Ustadz Rahmat muda itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Salah satunya adalah pementasan berjudul Perang Yarmuk. Pada pementasan inilah, Ustadz Rahmat dan para pemuda PARAF harus berhadapan dengan aparat yang mencoba membubarkan pementasan.
Akibat pementasan itu, Ustadz Rahmat dikenai wajib lapor. Tapi, hingga hari ini, Ustadz Rahmat tidak pernah mau meladeni aturan yang menindas kebebasan itu.
“Saya tidak akan pernah datang ke kantor kalian,” kata Ustadz Rahmat kepada Suryo, seorang aparat yang bertugas menyatroninya. “Kalau ibu saya yang memanggil, baru saya mau datang.”
Keteguhan pada prinsip dan ketegasan sikapnya itulah yang membuat Suryo ngeper. Hingga bertahun kemudian keteguhan dan ketegasan itu tetap terpelihara dengan baik, meski Almarhum harus terlibat dalam wasilah (sarana) dakwah bernama partai. Ia tetap dikenal sebagai guru ngaji, inspirator kaum muda yang progresif dan berpikiran jauh ke depan. Undangan daurah satu ke daurah yang lain tetap disambanginya. Tak ada yang berubah, termasuk ciri khas yang menjadi warisan dari kedua orang tuanya yang mulia: kesederhanaan.
Ustadz Rahmat memang berada di jenjang tertinggi partai, serta terpilih pula sebagai wakil rakyat di DPR pusat. Namun, ia kerap dipergoki sedang menyetop bus kota untuk mendatangi sebuah undangan. Ia kerap terlihat jalan kaki untuk jarak yang cukup jauh. Tak ada yang berubah, karena ia sadar betul bahwa langkah itulah yang dimulainya dulu sebagai permulaan di jalan dakwah.
Hingga akhirnya, di sebuah hari yang sibuk dan berat, Ustadz Rahmat merasakah tanda-tanda kesehatannya terganggu. Namun, rasa tanggung jawabnya yang besar terhadap amanah dakwah, membuat ia tak begitu mempedulikan tanda-tanda itu.
Ia masih terlibat dalam sebuah syuro penting. Lalu, saat adzan berkumandang dan ia beranjak untuk memenuhi panggilan suci itu, ia berjalan ke tempat wudhu. Saat berwudhu, tanda-tanda itu makin kuat, menelikung pembuluh darah di bagian lehernya. Ia coba untuk menyempurnakan wudhunya, tapi rasa sakit yang merejam-rejam kepalanya membuatnya limbung.
Disaksikan oleh Ustadz Mahfudzi, salah seorang muridnya, Ustadz Rahmat nyaris terjatuh. Ustadz Mahfudzi cepat memapahnya, lalu mencoba menyelamatkan situasi. Tetapi Allah lebih sayang kepada Ustadz Rahmat Abdullah. Innalillahi wa innailaihi raaji’uun…Syaikhut Tarbiyah itu meninggalkan kita dengan senyum yang amat tulus…hujan air mata dari seluruh pelosok tempat mengiringi kepulangan beliau.

Karakter

Ustadz Rahmat Abdullah

Irwan Rinaldi: Bagi Irwan, memerankan sosok Ustadz Rahmat Abdullah merupakan tantangan serius. Meski dunia akting bukanlah hal yang baru, lelaki yang dikenal sebagai guru dan aktivis peduli pendidikan ini merasa penting untuk mempelajari kehidupan ustadz berjuluk Syaikut Tarbiyah itu. Irwan merasa beruntung pernah mendapat didikan langsung dari Ustadz Rahmat, sehingga gerak-gerik guru dakwah itu terekam dengan kuat dalam memorinya, dari cara berjalan, gestur, sampai cara memegang mikropon ketika ceramah. Akan tetapi ingatan itu saja belum cukup bagi Irwan. Untuk lebih ‘masuk’ ke dalam ruhiyah Ust. Rahmat Abdullah, ia masih harus mempelajari berkeping-keping CD ceramah, taujih dan rekaman yang berkaitan dengan aktivitas Ust. Rahmat Abdullah semasa beliau hidup.

Ibunda Ustadz Rahmat Abdullah

Aty Cancer: Bagi Bu Aty, peran sebagai seorang ibu dengan tipe ibu-ibu tempo dulu yang bersahaja nyaris telah melekat dalam dirinya. Makanya, ketika ia mendapat peran sebagai Ibunda Ustadz Rahmat Abdullah, ia tak merasa kesulitan. Apalagi, karakter Ibunda Ustadz Rahmat memang sesuai dengan nilai-nilai yang dipahaminya.

Ahmad Nawawi

Jerio Jeffry: Jam terbang akting Jerio terhitung sudah tinggi. Ia pernah membantu pementasan “Intifadah” yang digelar oleh Teater Kanvas pada tahun 1997, sehingga kedekatannya dengan teman-teman di Majelis Budaya Rakyat memudahkan komunikasi dalam film ini. Sebagai adik Ustadz Rahmat, Jerio juga tak merasa kesulitan, apalagi ia bermain bersama sang ibu kandungnya, Bu Aty Cancer.

Ummi Fida

Astri Ivo: Memerankan istri seorang ustadz seperti Ustadz Rahmat tentu merupakan tantangan tersendiri bagi artis yang akrab disapa Mbak Aci ini. Apalagi, Ummi Fida terkenal sebagai istri dengan karakter yang tawadhu dan qana’ah (merasa cukup dengan apa yang dimiliki). Ummi Fida juga terkenal sebagai sosok pendukung perjuangan dakwah Ustadz Rahmat. Namun, untuk celetukan sosok Mbak Aci yang katanya terlalu cantik untuk peran sebagai Ummi Fida, teman-teman MBR berseloroh: Ummi Fida waktu mudanya dulu juga secantik Mbak Aci lho…

AYO SENYUM

30 01, 2007

The image “http://i74.photobucket.com/albums/i271/arrohwany/stars5.gif” cannot be displayed, because it contains errors.

P U I S I K I T A

The image “http://i74.photobucket.com/albums/i271/arrohwany/stars5.gif” cannot be displayed, because it contains errors.

:)

Keep Smile

Merentang Globalisasi Dunia

Aku resah
Bagaimana Hidupku
Aku Suka
Terkesan liar cara berpikirku

Memerah mataku melihatnya
saat itu semua terjadi di depan mataku
Gelandangan tertawa – tawa mengenakan baju Mahatma Gandhiku yang aku berikan
Pejabat berdasi tertawa – tawa saat diberi intrusi tunjangan
Semuanya tertawa, akupun juga tertawa

Ooo, Tawa mereka ternyata beda dengan tawanya
aku sekarang duduk termenung melihat keduanya
saling bersimpuh duduk, dan mengaggumi nasib mereka
rasa kagum dan kekhawatiran
menyelimuti benakku
naluri mengatakan adakah yang bisa tersenyum lagi seperti mereka?
Jawabku, Tidak ada!
Hanya merekalah yang bisa mengerti senyum, tawa dan tangis
Saat kelaparan mereka menangis
saat tidak diberi tunjangan mereka juga menangis
saat 100 perak ada di genggaman mereka tersenyum
saat 100juta ada di genggaman merekapun tersenyum
saat kehilangan harapan dan cacian dari masyarakat dan anak – anak kecil mereka tertawa
saat bertemu dengan atasan dan tokoh – tokoh masyarakat memujinya mereka tertawa
Inilah beda antara mereka berdua…
Tidak lain antara MUSTADHAFIN dan MUSTAKBIRIN

The image “http://img379.imageshack.us/img379/1655/spokatgenf9.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Miftah Asyiroh

“Peringatan Rasulullah: “Bukan termasuk golonganku orang-orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah.” (HR. Thabrani). “

Apa yang menghimpit saudara kita sehingga MEREKA SANGGUP MENETESKAN AIR MATA. Awalnya adalah KARENA MEREKA MENUNDA APA YANG HARUS DISEGERAKAN, MEMPERSULIT APA YANG SEHARUSNYA DIMUDAHKAN. Padahal Rasululloh berpesan: “Wahai Ali, ada TIGA PERKARA JANGAN DITUNDA-TUNDA, apabila SHOLAT TELAH TIBA WAKTUNYA, JENAZAH APABILA TELAH SIAP PENGUBURANNYA, dan PEREMPUAN APABILA TELAH DATANG LAKI-LAKI YANG SEPADAN MEMINANGNYA.” (HR Ahmad) “

Tuhanku…
Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Tuhanku…
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku…
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
“Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Amin….


MAAFKAN AKU…

Maafkan aku…

Mengharap cintamu yang semu

Melakukan apa yang sebetulnya menistakan diri

Beranjak tersadar…

Mengungkap semua kenangan pahit

Perempuan yang pernah aku sakiti

Perasaan, Pikiran

Dengan segala kecerobohanku

Maafkan Aku…

Berusaha mencintaimu dengan diriku ini

Diri yang diselimuti dengan nafsu

Astagfirullahal adzim

The image “http://images.daxzart.multiply.com/logo” cannot be displayed, because it contains errors.

Daxzart-Multiply :D

KOTA MENUA

pada kelam
beku tiada lagi berarti
senja pergi
tinggalkan berkas-berkas rindu
tatap menajam

issue terbanting
luruh daun
di atas kertas tak berwarna
bila pena menabur racun
langit kelabu
senggama di pucuk rimba
bumi bunting soal
selingkuh dengan planet tetangga
menginspirasi masturbasi
kota menua

sunyi menari
cahaya di kelopak sudah tenggelam
nyanyi sudah menyala
terbanting di lorong-lorong
teriak jadi bisu
kota kita menua
nada meninggi
dan hilang

Malam Buta November 07

BAGAIMANA BISA AKU JATUH ….

Memikul tandu

Selamanya terbebani

Memegang jarum

Selamanya tersakiti

Memendam rasa

Selamanya tersiksa

Menatap wajahmu

Selamanya terbungkam

Menjamah tulisanmu

Selamanya terhipnotis

BAGAIMANA BISA AKU MERASAKAN HAL SEPERTI INI….

30 01, 2007

//www.artakus.net/artakus/extra/misc/artakus_wp.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

KONVERSI DAN HEMAT ENERGI

Harga minyak dunia dalam bulan-bulan terakhir ini terus menciptakan rekor. Sampai pertengahan pekan ini, harga minyak melejit mencapai 82 dolar per barel, padahal Januari silam masih pada posisi 53 dolar per barel.

Kenaikan harga minyak semestinya menggembirakan Indonesia, karena kita negara penghasil minyak. Tapi ternyata itu tidak berlaku. Banyak kalkulasi yang kemudian menjadikan dasar pertanyaan: Apakah kita beruntung atau justru rugi dengan adanya kenaikan harga minyak yang melambung itu.

Bahwa pendapatan dari minyak naik, itu betul. Dengan kondisi harga minyak seperti itu, maka pendapatan di sini akan naik sekitar Rp 17 triliun. Belum dari gas yang harganya juga ikut terkerek manakala harga minyak naik, di mana dari gas ini bisa diperoleh tambahan Rp 15 triliun.

api jangan lupa bahwa setiap barel kenaikan harga, subsidi terhadap bahan bakar minyak (BBM) dan subsidi terhadap listrik juga naik. Dalam APBN 2007, subsidi BBM mencapai Rp 54,1 triliun dan subsidi listrik Rp 32,4 triliun. Dengan kenaikan ini, subsidi BBM diperkirakan akan meningkat menjadi Rp 70 triliun, dan listrik Rp 40 triliun. Kenaikan harga minyak di satu sisi menjadi windfall profit, tetapi di sisi lain juga menjadi beban, karena subsidi yang harus ditanggung menjadi lebih besar. Kita hanya impas saja dengan kenaikan harga tersebut, bahkan mungkin menjadi tekor manakala penggunaan minyak dalam negeri lebih tinggi dibanding dengan kapasitas produksi yang 950 ribu barel per hari.

Kita bisa menikmati kenaikan harga minyak dunia jika konsumsi minyak dalam negeri bisa berkurang. Bangsa kita termasuk boros dalam menggunakan energi. Artinya produktivitas yang dihasilkan orang Indonesia tidak seimbang dengan konsumsi energi yang dipakai.

Langkah-langkah penghematan ini menjadi mutlak. Dimulai dari yang paling dasar adalah konversi minyak tanah ke gas. Kegagalan konversi selama ini harus dievaluasi menyeluruh untuk kemudian dibuat langkah baru yang lebih strategis sehingga bisa diterima masyarakat. Konversi ini bisa menghemat Rp 22 triliun per tahun.

Dalam skala yang lebih besar adalah konversi BBM ke biofuel. Jika itu segera dilakukan, maka konsumsi minyak akan menurun signifikan sehingga akan terjadi pula penghematan BBM. PLN sebagai perusahaan listrik juga perlu diversifikasi energi yakni ke sumber energi lain seperti batu bara, panas bumi, dan nuklir.

Penghematan juga bisa dilakukan dengan pembenahan transportasi, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta. Kemacetan sepanjang puluhan kilometer yang terjadi tiap hari jelas memboroskan BBM. Untuk itulah diperlukan angkutan umum yang massal dan nyaman. Busway menjadi salah satu angkutan yang representatif. Karena itu tak perlu grogi menghadapi orang-orang kaya di Pondok Indah yang tidak setuju busway.

Pada intinya, kenaikan harga minyak yang tinggi saat ini justru membuat repot. Dari sini kita harus belajar bahwa konversi minyak ke sumber energi lain sangat penting. Begitu juga penghematan pemakaian energi juga penting, sehingga kita tidak menjadi negera yang boros energi.

Jika kita bisa berhemat energi, jika kita bisa melakukan konversi dengan baik, maka ketika harga minyak terus melejit, kita tidak repot lagi, tapi justru memperoleh rezeki nomplok. Rezeki nomplok itulah yang nantinya bisa digunakan untuk program-program kesejahteraan rakyat.

http://www.walisongo.net/lib/thumb.php?wil=/home/walisong/public_html/members/group/image/5.jpg

Opini.WordPRESS.com

Rusli Halim Fadhli, Nahkoda Baru Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

ImageBandar Lampung-Setelah melewati proses sejak senin (26/05/2008) yang lalu, akhirnya Sabtu malam Wisma Bandar Lampung menjadi saksi terpilihnya Ketua Umum DPP IMM 2008-2010. Rusli Halim Fadhli yang saat ini masih menjabat Ketua Umum DPD IMM Jawa Barat terpilih setelah melalui dua putaran pemilihan merebutkan 450 suara Muktamirin.

Pada putaran pertama Rusli berada di peringkat kedua dengan 82 suara dibawah suara Deni Al Asyari dengan 98 suara. Sedangkan kandidat lainnya perolehan suaranya sebagai berikut : Edi Agus Yanto 23 suara, Fuazi Fasri 75 suara, Marta Samawa Putra 36 suara, Rusli Halim Fadhli 82 suara dan  Ton Abdillah Has 66 suara. Sehingga yang berhak memasuki putaran kedua adalah Deni Al Asyari, Rusli Halim Fadhli dan Fauzi Fasri. Pada putaran kedua  perolehan suara Rusli berbalik menjadi terbanyak dengan 216 suara. Adapun suara yang diperoleh Deni hanya 154 suara dan Fauzi Fasri mendapat 3 suara.

Dalam proses pemilihan yang dipimpin Ketua Panitia Pemilihan Yasmin Kamsurya tersebut terpilih juga formatur yang bersama ketua umum terpilih bertugas menyusun DPP IMM 2008-2010. Sejarah pemilihan formatur Muktamar XII di Ambon tahun 2006 terulang, dimana seorang Immawati (sebutan untuk kader perempuan di IMM) mendapatkan suara tertinggi. Berikut urutan perolehan suara formatur : Rahma Nizami 193 suara, Aziz A Aziz  162 suara, Ton Abdillah Has 158 suara, Jana Jaenudin  146 suara, Hamiko Senota 140 suara,  M Husin AB 137 suara, Al Muslimun 130 suara dan  Dede Kurniaawan 127 suara.

Jejak Sekuler-Liberalisme di Tubuh Muhammadiyah

http://www.alaf21.com.my/sinopsis/images/buku/islam%20liberal.jpg

Inilah jejak tokoh dan aktivis Muhammadiyah sekarang yang sudah terjangkit virus sekuler-liberal, diantaranya :

1. Prof. Dr. Ahmad Syafii Ma’arif

Pada tanggal 10 Agustus 2000, tiga tokoh Islam Indonesia, yaitu Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Syafii Ma’arif, dan Prof. Dr. Nurcholish Madjid membuat pernyataan bersama. Isinya: menolak masuknya Piagam Jakarta dalam pasal UUD 1945.

Tiga alasan yang dikemukakan itu adalah; Pertama, pencantuman Piagam Jakarta akan membuka kemungkinan campur tangan negara dalam wilayah agama yang akan mengakibatkan kemudharatan, baik bagi agama maupun pada negara sebagai wilayah publik. Kedua, dimasukkannya Piagam Jakarta akan membangkitkan kembali prasangka-prasangka lama dari kalangan luar Islam mengenai “negara Islam” di Indonesia. Ketiga, dimasukkannya Piagam Jakarta bertentangan dengan visi negara nasional yang memperlakukan semua kelompok di negeri ini secara sederajat.

2. Prof. Dawam Rahardjo lihat selanjutnya...

Din: AMM Harus Wakili Muhammadiyah dalam Politik Kerakyatan

Bandar Lampung- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin meminta AMM untuk tidak segan-segan mewakili Muhammadiyah dalam merespok persoalan politik seperti dengan menolak kenaikan harga BBM seagai sebuah langkah politik yang disebutnya politik kebangsaan atau politik kerakyatan. Menurut Din dalam tabligh akbar Muktamar XIII IMM di Wisma Bandar Lampung Sabtu (31/05/2008), peran politik ini dilakukan AMM sebagai pembagian konsentrasi dengan bapak –bapak Muhammadiyah yang berhidmat pada gerakan dakwah dan kebudayaan.

Lebih lanjut Din menyatakan bahwa fungsi lain IMM sebagai bagian dari AMM adalah menjadi Ortom adalah perpanjangan tangan Muhammadiyah untuk berdakwah di kalangan masyarakat mahasiswa. Din mengingatkan bahwa IMM jangan melupakan fungsi ini sebagai gerakan dakwah, sebagai bagian Muhammadiyah untuk berdakwah di kalangan mahasiswa. “Harus diakui bahwa saat ini IMM belum sepenuhnya tampil untuk melaukan dakwah di kampus-kampus dan masih kalah dengan organisasi lain, bahkan di PTM sendiri” terangnya. “Peran dan Fungsi dakwah ini harus ditingkatkabn lagi” pinta Din kemudian.

Selain fungsi diatas, menurut Din IMM berfungsi sebagai organisasi kader yaitu sebagai kader Muhammadiyah, kader Ummat Islam dan Kader bangsa, orientasi perkaderan Muhammadiyah yang beberapa tahun lalu diminta Buya Syafii Maarif agar dibalik karena dianggap mengutamakan kader bangsa menjadi sanggat penting. “Sebagai oragaisasi kader ini, IMM jangan lupa meningkatkan kegiatan perkaderan, kaderisasi harus menjadi nafas dan ruh kegiatan IMM baik formal maupun informal” terangnya.

Hasilkan Negarawan

Di akhir tausiyahnya, Din sempat mengeksplorasi tema Muktamar XIII IMM ini yaitu Tajdid Gerakan untuk Kepemimpinan Kaum Muda. Menurut Din, tajdid gerakan ini bisa dimaknai sebagai pembaharuan nulai-nilai yang kemudian disyi’arkan, atau pembaharuan bidang-bidang gerakan atau diversifikasi gerakan.

Disamping itu, Din berharap dari rahim perkaderan IMM akan lahir negarawan-negarawan muda karena itulah makna kepemimpinan muda. Menurutnya, bangsa Indonesia saat ini terlalu banyak memiliki politikus dan sangat kurang memiliki negarawan. Sehingga seorang negarawan terntunya tidak sekear menjadi politikus, namun juga menjadi sosok teladan dalam kehidupan bernegara yang bisa dimulai dari cara kader IMM terlibat dalam dinamika perdebatan dan perbedaan pendapat. “Dinamika anak muda sebaiknya dinamika pikiran, bukan dinamika kepentingan” ujarnya. “Sehingga permusyawaratan AMM jangan sampai terkontaminasi kepentingan Politik fihak lain” tegasnya kemudian.

30 01, 2007

IMMAWAN n IMMAWATI KOMISARIAT THARIQ BIN ZIADFKIP Univ. Muhammadiyah Jember

pk-thoriq-bin-ziyad.jpg

Welcome to The My Community

Komisariat Thariq Bin Ziad adalah Komisariat di lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNMUH Jember, dengan banyak anggota dan banyak kader. Dengan modal tersebut, Komisariat tetap eksis berkiprah di fakultas, universitas, maupun masyarakat mahasiswa.

Dari periode ke periode kepengurusan Komisariat, yakni dari masa Immawan Abu Hasan (1998 – 2000), Immawan Adjie (2002 – 2004), Immawan Tamam (2004 – 2005), dan Immawati Dahani (2005 – 2007), banyak sekali kendala, yakni dari inkonsistensi gerakan dan kurang komitmennya anggota. Tampil sebagai Ketua Umum Terpilih Immawati Chusnul Khotimah Galatea periode 2007 – 2008 mengajak untuk kembali memperbaiki Komisariat dengan “Peneguhan Basic Ideologi” yang diusung dalam Stater Visinya, sehingga untuk Komisariat Thariq Bin Ziad pada tahun 2008 para kader harus berjiwa “Militan dan Ideolog”. Go to Militansi Kader for 2008. Memang butuh pemahaman dan pemerataan mengenai program tersebut yakni bagaimana “Prinsip Kebersamaan” dan “Prinsip Dakwah” bisa diimplementasikan pada kader dan masyarakat mahasiswa. Semua harus berperan aktif dalam menjaga Ikatan terutamanya sanggup memperjuangkan dan berdakwah melalui berbagai aspek. Sekarang terpilihlah Immawati Nine Juli sebagai Ketua Umum Komisariat Thariq Bin Ziad masa bakti 2008 – 2009, untuk meneruskan perjuangan IMM Komisariat yang sempat stagnan dan sempat mengalami disorientasi terhadap dakwah. Semangat kembali dibangun, untuk tetap menjayakan bendera merah ini di Fakultas Kesayangan KIP tercinta.

Salam hormat untuk semuanya, walaupun saya sudah tidak lagi menemani perjuangan kalian, akan tetapi ana tetap akan menjadi mitra social network di dunia maya ini. Semoga perjuangan kita tetap abadi…

Koordinator GERAKAN MAHASISWA TAJDID

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Arif Rahmat H

Penaklukan Kota Kordoba oleh Panglima Thariq Bin Ziad



” Kordoba adalah salah satu kota di Andalusia yang terletak di belahan barat Spanyol. Kota ini memanjang di tepi kanan sungai Lembah Besar. Kordoba merupakan kota tua Iberia dengan nama Iberi Baht, kemudian orang Arab menyebutnya Qurthubah atau Kordoba.”

Sejarahnya:

Kota Kordoba didirikan pada masa Romawi di sekitar sungai Lembah Besar yang kemudian menjadi terkenal setelah terjadi konflik antara Karthajinah dengan Romawi.

Kordoba pernah dikuasai oleh penguasa Romawi, Lothair, lalu dijadikan ibukota Spanyol pada tahun 169 SM. Sejak itu, Kordoba menjadi salah satu wilayah kekuasaan Imperium Romawi.

Pada abad pertama Masehi, Panglima Julius Caesar berhasil merebut Kordoba setelah terjadi perang Manda tahun 45 M. Tidak lama setelah itu Kordoba menjadi salah satu pusat kehakiman di Spanyol Selatan, di samping kota-kota lain seperti Qabis, Sicillia dan Istijah.

Pada saat Fendal, Sawaf dan Alan menyerbu pulau Iberia, tahun 409 M, Kordoba berada di bawah kekuasaan Inggris sampai Raja Goth Barat berhasil merebutnya pada tahun 568 M.

Penaklukan Islam:

Islam masuk ke kota Kordoba pada tahun 93 H atau 711 M. dibawa oleh Thariq bin Ziad yang datang memimpin pasukan Islam untuk menaklukkan Andalusia. Penaklukan Kordoba itu berjalan dengan mulus. Ketika itu, Thariq bin Ziad mengutus Mughis Al-Rumi ke Kordoba dengan 700 pasukan berkuda. Mereka memasuki kota itu pada malam hari dan berhasil menembus pagar kota kemudian menguasainya. Sejak itu, Kordoba menjadi kota Islam di Spanyol.

Kordoba diduduki oleh penguasa-penguasa Andalusia selama hampir tiga abad hingga runtuhnya kekhalifahan di Andalusia.

Samah bin Malik Al-Khulani adalah tokoh pembangun dan pengembang kota Kordoba hingga menjadi salah satu kota besar dunia.

Kordoba sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan, Kebudayaan, Kesenian dan Kesusasteraan:

Abdurrahman Ad-Dakhil menjadikan kota Kordoba sebagai pusat ilmu pengetahuan, kebudayaan, kesenian dan kesusasteraan untuk seluruh Eropa. Ia mengundang ahli-ahli hukum Islam, sains, filsafat dan syair untuk berkunjung ke Kordoba.

Pada masa kekuasaan Abdurrahman An-Nashir, kemudian masa kekuasaan putranya, Hakam, kota Kordoba berhasil mencapai tingkat kesejahteraan dan kekayaan yang belum pernah dicapai sebelumnya. Saat itu Kordoba sejajar dengan Bagdad, ibukota Dinasti Abbasiah; Konstantinopel, ibukota Bizantium; dan Kairo, ibukota Dinasti Fatimiah. Duta-duta Kordoba diutus sampai ke wilayah yang sangat jauh seperti India dan Cina. Begitu pula sebaliknya, duta-duta asing, seperti dari Bizantium, Jerman, Perancis, Italia dan kerajaan-kerajaan lain di Eropa, Spanyol Utara, Arfrika Utara dan suku-suku Afrika lainnya terdapat di Kordoba.

Objek Budaya:

Universitas Kordoba yang dibangun oleh Abdurrahman III, di samping Mesjid Raya, merupakan lembaga pendidikan dan kebudayaan paling terkemuka pada zaman itu.

Kordoba berhasil mencapai puncak kejayaan ilmiahnya pada masa Hakam Al-Mustanshir yang sangat memperhatikan berbagai disiplin ilmu, sampai mendapat gelar Khalifah Cendekia.

Panglima Thariq Bin Ziad

Tokoh-tokoh Kordoba:

Di Kordoba terdapat banyak ulama Muslim dengan disiplin ilmu yang berbeda-beda seperti Ibn Hazm, Qurthubi, Ibn Rusyd, Al-Zahiri, Ibn Wafid, Ibn Jaljal, Al-Ghafiqi, Al-Idrisi, Abbas bin Farnas dan lain-lain.

     

Student’s Movement

30 01, 2007

http://empimuslion.files.wordpress.com/2008/07/kpu.jpg

Perbandingan Laporan Kekayaan Capres, Cawapres 2004 s/d 2009


Seluruh kekayaan yang berupa harta tidak bergerak (nilai tanah, rumah) , harta bergerak (kendaraan), uang, maupun surat berharga (Saham, Perusahaan, tabungan) (sumber KPK):

Keunikan Dalam Pengambilan Nomor Urut Pilpres Di KPU

ini kekayaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

  • Tahun 2001 total Rp 3,490 miliar.
  • Tahun 2004  meningkat menjadi Rp 4,652 miliar.
  • 2 Juli 2007, memiliki kekayaan senilai Rp 7,144 miliar dan US$44.887.
  • Tahun 2009, memilki Total kekayaan senilai Rp. 8,5 Milyar

Boediono sesuai laporan

  • Tahun 2006, memiliki kekayaan senilai Rp. 13,6 miliar
  • 31 Mei 2008, memiliki kekayaan senilai Rp 18,66 miliar dan US$10.000
  • Tahun 2009, memiliki Total kekayaan senilai Rp. 22,06 miliar


Sedangkan Jusuf Kalla tercatat sebagai cawapres :

  • Tahun 2001, totalnya bernilai Rp 121,199 miliar
  • Tahun 2004, menjadi senilai Rp 122,654 miliar
  • 31 Mei 2007, memiliki kekayaan senilai Rp 253,912 miliar dan US$14.928
  • Tahun 2009, memiliki Total kekayaan senilai Rp. 303 miliar

Cawapres Wiranto, berdasarkan laporan

  • 18 Mei 2004, memiliki kekayaan senilai Rp 46,215 miliar
  • Tahun 2009, memiliki Total kekayaan senilai Rp. 81 miliar


Megawati menurut laporan

  • Tahun 2001, memiliki kekayaan senilai Rp 59,8 miliar
  • 9 Desember 2004, memiliki kekayaan Rp 86,265 miliar.
  • Tahun 2009, memiliki Total kekayaan senilai Rp. 146 miliar


Sedangkan cawapres Prabowo Subianto

  • Tahun 2003 mempunyai Uang Cash Rp 10,1 miliar
  • Tahun 2009, memiliki Total kekayaan senilai Rp. 1,5 trilyun
TOTAL PEMILIH / DATA SUARA MASUK : 104.099.785 dari 171.265.442 DPT
atau 60,783% Suara Pemilih dari DPT,   // <![CDATA[
var montharray=new Array("Jan","Feb","Mar","Apr","May","Jun","Jul","Aug","Sep","Oct","Nov","Dec")

function countup(yr,m,d){
var today=new Date()
var todayy=today.getYear()
if (todayy < 1000)
todayy+=1900
var todaym=today.getMonth()
var todayd=today.getDate()
var todaystring=montharray[todaym]+" "+todayd+", "+todayy
var paststring=montharray[m-1]+" "+d+", "+yr
var difference=(Math.round((Date.parse(todaystring)-Date.parse(paststring))/(24*60*60*1000))*1)
difference+=" hari"
document.write("“+difference+” sejak PEMILU 9 April 2009 !”)
}
countup(2009,04,09)
// ]]>52 hari sejak PEMILU 9 April 2009 !

Nama Partai Peserta PEMILU Jumlah Suara
Partai Demokrat 21703137 21703137
Partai Golongan Karya 15037757 15037757
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 14600091 14600091
Partai Keadilan Sejahtera 8206955 8206955
Partai Amanat Nasional 6254580 6254580
Partai Persatuan Pembangunan 5533214 5533214
Partai Kebangkitan Bangsa 5146122 5146122
Partai Gerakan Indonesia Raya 4646406 4646406
Partai Hati Nurani Rakyat 3922870 3922870
Partai Bulan Bintang 1864752 1864752
Partai Damai Sejahtera 1541592 1541592
Partai Kebangkitan Nasional Ulama. 1527593 1527593
Partai Karya Peduli Bangsa 1461182 1461182
Partai Bintang Reformasi 1264333 1264333
Partai Peduli Rakyat Nasional 1260794 1260794
Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 934892 934892
Partai Demokrasi Pembaruan 896660 896660
Partai Barisan Nasional 761086 761086
Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia 745625 745625
Partai Demokrasi Kebangsaan 671244 671244
Partai Republika Nusantara 630780 630780
Partai Persatuan Daerah 550581 550581
Partai Patriot 547351 547351
Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia 468696 468696
Partai Kedaulatan 437121 437121
Partai Matahari Bangsa 414750 414750
Partai Pemuda Indonesia 414043 414043
Partai Karya Perjuangan 351440 351440
Partai Pelopor 342914 342914
Partai Kasih Demokrasi Indonesia 324553 324553
Partai Indonesia Sejahtera 320665 320665
Partai Nasional Indonesia Marhanenisme 316752 316752
PARTAI BURUH 265203 265203
Partai Perjuangan Indonesia Baru 197371 197371
PARTAI PERSATUAN NAHDLATUL UMMAH INDONESIA 146779 146779
PARTAI SARIKAT INDONESIA 140551 140551
Partai Penegak Demokrasi Indonesia 137727 137727
PARTAI MERDEKA 111623 111623

Menggeser Paradigma Gerakan Mahasiswa

Kampus merupakan tempat pengembangan diri yang memberikan perubahan pikiran, sikap, persepsi dan pencerahan, tempat mahasiswa lahir menjadi kaum pemikir bebas yang tercerahkan. Dengan sifat keintelektualannya mahasiswa lahir dan tumbuh menjadi entitas yang memiliki paradigma ilmiah dalam memandang persoalan-persoalan politik kebangsaan. Ciri dan gaya mahasiswa terletak pada ide atau gagasan yang luhur dalam menawarkan solusi atas persoalan-persoalan bangsa ini. Pijakan ini menjadi sangat relevan dengan nuansa kampus yang mengutamakan ilmu dalam memahami substansi dan pokok persoalan apapun.

Berbicara tentang mahasiswa dan gerakannya sudah menjadi pokok bahasan dalam berbagai kesempatan pada hampir sepanjang tahun. Berbagai forum diskusi yang diselenggarakan, menghasilkan berbagai ragam tulisan, makalah, maupun buku-buku yang diterbitkan tentang hakikat, peranan, dan kepentingan gerakan mahasiswa dalam pergulatan politik kontemporer di Indonesia. Terutama dalam konteks keberpihakannya terhadap rakyat dalam memberikan jawaban atas masalah-masalah sosial politik yang terjadi dan berkembang di bumi pertiwi ini.
Dalam memainkan peranannya, gerakan mahasiswa didorong oleh panggilan nurani dan keberpihakan atas dasar ideologi terhadap masyarakat serta agar dapat berbuat lebih banyak bagi perbaikan kualitas hidup bangsanya. Berbagai bentuk perlawanan yang dilakukan oleh gerakan mahasiswa merupakan usaha melakukan koreksi atau kontrol atas sikap dan kebijakan politik penguasa yang dirasakan telah mengalami banyak distorsi yang merugikan masyarakat. Maka sejarah perubahan bangsa di dunia merupakan sejarah yang kebanyakan ditorehkan oleh mahasiswa untuk kepentingan bangsanya.
Kampus merupakan tempat pengembangan diri yang memberikan perubahan pikiran, sikap, persepsi dan pencerahan, tempat mahasiswa lahir menjadi kaum pemikir bebas yang tercerahkan. Dengan sifat keintelektualannya mahasiswa lahir dan tumbuh menjadi entitas yang memiliki paradigma ilmiah dalam memandang persoalan-persoalan politik kebangsaan. Ciri dan gaya mahasiswa terletak pada ide atau gagasan yang luhur dalam menawarkan solusi atas persoalan-persoalan bangsa ini. Pijakan ini menjadi sangat relevan dengan nuansa kampus yang mengutamakan ilmu dalam memahami substansi dan pokok persoalan apapun.
Oleh karena itu, sejarah telah mencatat peranan yang amat besar yang dilakukan gerakan mahasiswa selaku prime-mover terjadinya perubahan politik pada suatu negara. Tengok saja di Indonesia adalah gerakan mahasiswa Indonesia sejak tahun 1908 yaitu jamannya Boedi Oetomo, 1928 jamannya sumpah pemuda, 1945 jamannya proklamasi Indonesia,1966 jamannya Soekarno,1975 jamannya malari, 1978 jamannya asas tunggal, 1998 jamannya reformasi.
Sementara kekuatan gerakan mahasiswa di luar negeri terjadi dalam serangkaian peristiwa penggulingan rezim, antara lain : Juan Peron di Argentina tahun 1955, Perez Jimenez di Venezuela tahun 1958, Ayub Khan di Paksitan tahun 1969, Reza Pahlevi di Iran tahun 1979, Chun Doo Hwan di Korea Selatan tahun 1987, Ferdinand Marcos di Filipinan tahun 1985.
Perwujudan kecintaan terhadap tanah air merupakan sebuah keniscayaan dalam kancah perpolitikan nasional. Oleh karena itu gerakan mahasiswa mempunyai agenda dan tujuan yang hampir sama di setiap elemen gerakan mahasiswa, baik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa ekstra kampus seperti, KAMMI, HMI MPO,HMI DIPO, IMM, GMNI, FMN, dll. Agenda dan tujuan mereka adalah meliputi agenda kebangsaan yang lebih ditekankan pada perubahan positif untuk bangsa ini. Misalnya, dari ketidak berdayaan menjadi berdaya, dari tidak mandiri menjadi mandiri dari penguasa yang tiranik ke penguasa yang demokratis, dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) ke pemerintahan yang bersih dan berwibawa, dari penjajahan (neo kolonialisme) dan intervensi asing ke terbebasnya negeri ini dari rongrongan bangsa lain, dari negara pengutang ke negara bebas utang, dsb.

Trend Dunia Global

Eksistensi dan posisi gerakan mahasiswa dihadapkan pada sebuah realitas dunia global yang tidak bisa dihindarkan. Arus globalisasi telah menyentuh berbagai sendi kehidupan manusia di dunia. Cepatnya arus globalisasi menurut William K.Tabb (2003) mampu membentuk rezim perdagangan dan keuangan dunia serta mendefinisikan ulang kesadaran pada tingkat yang paling dekat dan lokal, mempengaruhi bagaimana orang memandang dirinya, ruang gerak anak-anak mereka dan entitas mereka sehingga mengalami perubahan akibat kekuatan globalisasi ini. Persoalannya adalah bagaimana sikap gerakan mahasiswa terhadap realitas global ini. Apakah gerakan mahasiswa menolaknya secara radikal atau hanya cukup memahaminya atau mempersiapkan diri untuk ikut berkompetisi dan memposisikan diri sejajar dengan mereka secara wajar ?.
Gesekan dunia global menjadi tren dalam kondisi saat ini, karenanya seluruh lapisan santri perlu memahami secara benar tentang realitas-realitas dunia yang sedang mengalami pergolakan dalam berbagai unsur kehidupan. Melihat trend (Trend Watching) yang terjadi dalam pergeseran dunia global adalah kerangka dalam memahami apa yang sedang terjadi hari ini, dan apa yang akan kita lakukan di masa-masa yang akan datang. Tren yang terjadi hari ini adalah dominasi kekuatan global yang tidak bisa dihindarkan dalam ranah kesadaran ummat manusia. Dalam kondisi seperti ini, langkah yang harus dilakukan adalah pembangunan kemampuan dan kapabilitas (kompetensi) personal maupun kolektif.

Dari Membaca Ke Menganalisa

Gerakan mahasiswa sesungguhnya mereka kalangan yang setiap hari berkutat dengan keilmuan, ironis jika gerakan mahasiswa terjadi banyak kejumudan. Karenanya tradisi-tradisi yang ada diantaranya tradisi membaca harus di imbangi dengan tradisi menganalisa berbagai aspek persoalan dengan berpikir logis dan mendalam. Tipe masyarakat inilah yang menjadi miniatur lahirnya peradaban manusia maju dan menyejarah. Maju karena masyarakat ini menempatkan ilmu sebagai sinar dalam kehidupan. Menyejarah, karena mereka membuat sebuah kejutan bagi lahirnya paradigma baru bagi terciptanya masyarakat yang ilmiah (knowledge society).
Realitas ini sesuai dengan wahyu yang pertama kali diturunkan kepada nabi Muhammad saw, yaitu konsep membaca (iqra). Dengan turunnya wahyu yang pertama ini, maka ada sebuah perubahan berdimensi wahyu yang mampu memberikan jawaban atas kondisi kemanusiaan. Konsep pembacaan atas realitas baik yang bersangkutan dengan teologi, etika, visi kemanusiaan dan ilmu pengetahuan berawal dari proses pemahaman yang radikal akan hakikat dan subtansi nilai yang terkandung dalam surat tersebut.
Dimensi pembangunan gerakan mahasiswa agar ilmiah di awali dengan konsep membaca (iqra), sesuatu yang berhubungan bukan hanya dengan membaca teks dan naskah tetapi lebih dari itu, makna iqra bisa berarti menelaah, meriset, merenungkan, bereksperimen, berkontemplasi. Objeknya bisa berupa bacaan suci yang datang dari wahyu Allah swt. Dan juga bisa dari hadits Rasul maupun hasil karya manusia berupa handbook ilmu pengetahuan, juga berupa fenomena-fenomena alam maupun sosial.
Penguasaan ilmu merupakan kunci kesuksesan sebagai pengelola bumi. Hal ini terlihat dalam lima ayat yang pertama kali di terima oleh Rasulullah saw. Lima ayat ini menyentuh masalah yang paling esensial dari potensi manusia, yaitu akal dan batin (pikir dan zikir), juga disebutkan perangkatnya, pada ayat keempat dan kelima ini yaitu iqra (baca, riset, teliti), ‘allama (mengajarkan/transfer ilmu), dan qalam (alat tulis/alat penyimpan data/ memori

Dari Teks ke Kontekstual

Terkadang pemahaman mahasiswa atas teks-teks yang di pelajari di kampus bersifat tekstual. Karenanya perlu ada penyeimbangan pemikiran (fikrah) dalam memahami realitas. Kalangan mahasiswa tidak semestinya hanya berkutat memahami teks saja tetapi harus mampu melihat perubahan dunia yang cepat dari teks-teks yang dipelajarinya itu. Karenanya pemahaman teks yang menyebar dalam berbagai literatur harus menjadi penyelaras dalam kondisi jaman yang sedang berubah.
Paradigma mahasiswa di kampus harus bertumpu pada penyelarasan ideologis dengan ketajaman analisa terhadap persoalan-persoalan yang terjadi. Kalangan mahasiswa harus mampu membaca, mengkaji, dan berdiskusi secara logis, kritis, sistematis, dan komprehensif, serta mampu membedah persoalan dari berbagai aspek dan sudut pandang ilmu dan madzhab yang bersifat konstruktif. Hal ini harus menjadi kultur yang melekat.
Gerakan mahasiswa dalam konteks kekinian di tuntut untuk bisa bergaul dalam dimensi yang lebih luas. Maka sekarang, gerakan mahasiswa harus mampu memberikan jawaban atas kondisi jaman yang terus berubah. Jika tidak bisa, maka mahasiswa akan ditinggalkan oleh kemajuan jaman ini. Untuk mengisi kemajuan jaman yang tidak bisa ditahan maka mahasiswa harus memiliki beberapa kompetensi, yaitu (1) kemampuan berbahasa asing (2) kemampuan berorganisasi dan manajemen yang canggih (3) kemampuan membangun jaringan (net work).

Dari Tradisi ke Peradaban

Langkah-langkah selanjutnya yang paling rasional dalam menghadapi tatanan dunia global, bagi kalangan mahasiswa di kampus adalah membangun kesadaran bersama dengan meningkatkan kompetensi dan skil dalam memposisikan diri supaya sejajar dengan bangsa-bangsa Barat dalam bidang ilmu Pegetahuan. Karenanya budaya dan tradisi yang selama ini dilakukan di kampus untuk digeser kearah perubahan paradigma yang lebih rasional. Perubahan paradigma tersebut meliputi perubahan sikap dalam memahami budaya dan tradisi yang ada.
Tidaklah kaku jika mahasiswa membangun dialog peradaban (civilization) di kampus, minimal ada dua paradigma visi dialog pembangunan masyarakat berperadaban. Pertama, perubahan eksistensi dan identitas diri, yang mampu melahirkan paradigma kehidupan sosial baru dan merdeka, bebas dari penghambaan terhadap unsur-unsur materi, melahirkan kehidupan segar, integral dan profetik. Era kehidupan yang syarat dengan nilai kemanusiaan dan bervisi masa depan. Tonggak fundamental pertama ini merupakan visi kehidupan ummat manusia kearah pembebasan diri, dari kungkungan materi yang menjadi ideologinya.Visi kehidupan ini mengarahkan manusia pada ideologi yang sesungguhnya dan menjadi benteng kekuatan para pewaris peradaban. Ini merupakan asas fundamental bagi terwujudnya masyarakat berperadaban. Proses ideologisasi kedalam tubuh masyarakat secara radikal harus dilakukan. Proses ini perlahan tapi pasti, proses inilah yang disebut dengan fase penanaman akidah. Kedua, yaitu pola pembangunan struktur pengetahuan ummat manusia yang secara bersamaan dilakukan dalam kerangka membangun kesadaran untuk membaca atas realitas yang sedang terjadi.

Globalisasi dan Kemiskinan

Kemiskinan bukan ekses globalisasi. Begitu Hernando de Soto, seorang pemikir ekonomi dunia asal Peru, menegaskan. Kemiskinan di dunia, katanya, bukanlah akibat ekses globalisasi dan kapitalisme.

Kemiskinan dan globalisasi memang sudah lama menjadi bahan perdebatan, bukan hanya di kalangan ekonom-ekonom dalam negeri, tapi juga dunia. Perdebatannya pun tak pernah jauh-jauh dari bagaimana dampak globalisasi terhadap kemiskinan; menekan kemiskinan atau justru memperbesar kemiskinan.

Sejak proses globalisasi mulai berlangsung, kondisi kehidupan di hampir semua negara terkesan meningkat, apalagi jika diukur dengan indikator-indikator lebih luas. Namun, seringkali pula peningkatan itu hanya ada dalam hitung-hitungan di atas kertas. Negara-negara maju dan kuat memang bisa meraih keuntungan, tapi tidak negara-negara berkembang dan miskin.

Pengalaman sudah membuktikan sejak proses globalisasi bergulir muncul pula isu-isu seperti perdagangan global yang tidak fair, juga sistem keuangan global yang labih yang menelorkan krisis. Dalam kondisi tersebut, negara-negara berkembang dan miskin berulang kali terjebak jeratan utang yang justru jadi beban. Belum lagi bermunculan rezim hak properti intelektual, yang malah menghabisi akses masyarakat miskin untuk mendapat obat-obatan dengan harga terjangkau.

Dalam proses globalisasi, seharusnya uang mengalir dari negara kaya ke negara miskin. Tapi, dalam beberapa tahun terakhir, yang terjadi justru sebaliknya. Sementara negara-negara kaya memiliki kemampuan untuk menahan risiko fluktuasi kurs dan suku bunga, negara-negara berkembang dan miskin menanggung beban fluktuasi tadi.

Fakta-fakta tersebut jelas tidak menjadikan De Soto, juga kita, antiglobalisasi. Soto hanya menunjuk kemiskinan di negara berkembang dan miskin bukan karena globalisasi tapi karena pemerintah tak memberi kesempatan pada rakyatnya untuk masuk ekonomi pasar. Karenanya, pemerintah dianggap perlu memformalkan sektor informasl. Caranya dengan legalisasi usaha-usaha informal dan memberikan sertifikat atas lahan dan aset-aset sektor informal tadi. Soto mengusulkan agar penduduk, usaha informal, dan petani miskin diberi sertifikat sehingga bisa dengan mudah mendapat pinjaman modal perbankan, yang tak lain korporasi besar. Pemberian sertifikat itulah yang kemudian disebutnya sebagai kodifikasi hukum.

Gagasan boleh saja. Reformasi hukum, harus. Tapi, ingat juga siapa yang bakal dihadapi sektor informal –dengan bekal sertifikat dan pinjaman perbankan yang tak seberapa– setelah mendapat akses ekonomi pasar? Korporasi-korporasi besar mancanegara, bermodal besar, berjaringan kuat, dan telanjur mendapat akses jauh lebih besar lantaran pemerintah menandatangani pembukaan akses pasar alias globalisasi.

Petani miskin kita, dengan modal sertifikat dan pinjaman perbankan tak seberapa, setelah mendapat akses ekonomi pasar, ‘dipaksa’ menghadapi petani-petani negara maju bertameng subsidi dan proteksi pemerintah. Bukankah ketidakseimbang itu yang jadi sebab mandeknya perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)?

Kita memang tidak seharusnya antiglobalisasi. Kita juga perlu terus melakukan reformasi di bidang hukum, termasuk yang terkait perdagangan bebas dan pembukaan akses pasar. Tapi, kita perlu juga mewaspadai akibat globalisasi terhadap proses pemiskinan. Globalisasi mungkin tidak akan memiliki ekses pada kemiskinan, jika pemerintah tahu benar cara melindungi sektor informal domestik dalam keterbukaan akses pasar. Tanpa perlindungan itu, gagasan Soto boleh jadi hanya berarti bagi satu dua korporasi besar.

Membangun Pendidikan, Mengatasi Kemiskinan

Hampir tidak ada yang membantah bahwa pendidikan adalah pionir dalam pembangunan masa depan suatu bangsa.

Jika dunia pendidikan suatu bangsa sudah jeblok, maka kehancuran bangsa tersebut tinggal menunggu waktu. Sebab, pendidikan menyangkut pembangunan karakter dan sekaligus mempertahankan jati diri manusia suatu bangsa. Karena itu, setiap bangsa yang ingin maju, maka pembangunan dunia pendidikan selalu menjadi prioritas utama.
Kisah Jepang, ketika luluh lantak akibat meledaknya bom di Nagasaki dan Hirosima adalah contoh nyatanya. Ketika itu, Jepang secara fisik telah hancur. Tetapi tak berselang beberapa waktu setelah itu, Jepang bangkit dan kini telah berdiri kokoh sebagai salah satu negara maju. Dalam konteks inilah, salah satu kunci utama keberhasilan Jepang adalah pembangunan dunia pendidikan, yang pada gilirannya membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ditetapkan sebagai prioritas.
Bagaimana dengan Indonesia? Hampir tak ada yang membantah bahwa kualitas pendidikan di Indonesia saat sekarang ini belumlah terlalu bagus, alias jeblok. Bahkan, kalau sedikit lebih ekstrim, kita dapat menyebut kualitas pendidikan kita anjlok, rendah dan memprihatinkan. Keberadaan atau posisi kita jauh di bawah negara-negara lain. Hal itu terlihat dari angka Human Development Indeks (HDI) yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga internasional, yang menunjukkan bahwa posisi kualitas sumber daya manusia Indonesia sangatlah rendah.
Kemudian, pada saat yang sama tingkat kemiskinan di negeri ini sungguh fantastis. Sangat besar dan mengkhawatirkan. Kita semua paham bahwa kemiskinan kini merupakan simbol yang tentunya sangat memalukan. Besarnya angka kemiskinan di Indonesia saat ini setara dengan kondisi 15 tahun yang lalu. Berdasarkan data (BPS), jumlah penduduk miskin pada tahun 2004 36,1 juta orang atau 16,6 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia masih paling tinggi di antara negara-negara ASEAN. Demikian pula dalam indeks pembangunan manusia HDI, Indonesia masih menempati peringkat 111 dari 175 negara di dunia. Posisi ini jauh di bawah negara tetangga Malaysia (76) dan Filipina (98).
Beberapa waktu yang lalu, Bank Dunia juga mengeluarkan data terbaru perihal kemiskinan kita. Banyak pihak terkejut dengan pernyataan ini. Tak dapat kita bayangkan, sesuai data Bank Dunia, lebih dari 110 juta jiwa penduduk Indonesia tergolong miskin atau setara dengan 53,4 persen dari total penduduk. Suatu jumlah yang amat fantastis. Hampir separoh penduduk Indonesia. Hal ini tak pernah kita duga sebelumnya.
Dalam ukuran yang lebih mikro lagi, jumlah ketidaklulusan siswa SLTP dan SMU tahun 2006 ini, tergolong tinggi. Bahkan di beberapa sekolah ada yang tingkat kelulusannya nol persen. Suatu realita yang sangat memalukan. Padahal, standar kelulusan yang ditetapkan Depdiknas tidak terbilang tinggi.
Persoalannya, bagaimanakah masa depan bangsa ini? Atau bagaimana kualitas SDM kita? Harus diakui bahwa persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) memang berkaitan erat dengan mutu pendidikan. Sementara mutu pendidikan sendiri masih dipengaruhi oleh banyak hal dan sangat kompleks. Misalnya, bagaimana kualitas dan penyebaran guru, ketersediaan sarana dan prasarana, sistem pendidikan, dan lain-lain. Hal ini sering kita sebut dengan istilah faktor utama.
Salah satu hal yang menjadi sangat penting untuk mengatasi hal tersebut di atas, adalah dengan menumbuhkan political will pemerintahan sekarang ini untuk lebih memperhatikan sektor pendidikan. Bagaimana pemerintah misalnya mau menempatkan persoalan pendidikan sebagai salah satu prioritas dalam pengambilan kebijakannya. Pembangunan pendidikan adalah modal utama dalam membangun suatu bangsa. Sebab, pendidikan terkait dengan kualitas SDM. Maka, jika bangsa ini ingin maju, maka pembangunan dunia pendidikan adalah syarat mutlak yang harus dilakukan.

ALIRAN SESAT & DAKWAH KITA

Negeri kita ini nampaknya merupakan sebuah lahan yang sangat subur bagi
tumbuh dan berkembangnya berbagai aliran keagamaan, termasuk aliran keagamaan yang sesat dan menyesatkan. Beberapa tahun yang lalu, masyarakat kita pernah dihebohkan dengan kehadiran aliran yang menamakan dirinya Jamaah Salamullah, yang dipimpin Lia Aminuddin alias Lia Eden yang mengaku sebagai penjelmaan malaikat Jibril. Belum lagi orang lupa terhadap aliran tersebut, sejak beberapa pekan ini masyarakat kita diresahkan dengan tampilnya Aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah, dengan pemimpinnya yang bernama Ahmad Moshaddeq alias Abd. Salam, yang mengaku sebagai “Nabi” dan “Rasul Allah”. Sementara keterkejutan belum lagi hilang, beredar pula Ajaran Al-Qur’an Suci dan Pengajian Hidup di Balik Hidup.
Sesuai pernyataan pimpinan Aliran-aliran tersebut, mereka mempunyai keyakinan dan ajaran yang bermacam-macam. Aliran Salamullah misalnya, meyakini bahwa Lia Aminuddin adalah Imam Mahdi yang dibaiat oleh Malaikat Jibril. Selain itu Lia juga diyakini sebagai Maryam dan anaknya yang bernama Ahmad Mukti dibaiat sebagai Nabi Isa. Menurut aliran ini, Lia datang bukan hanya untuk menyelamatkan bangsa Indonesia, melainkan juga untuk menyelamatkan dunia. Sementara itu, Al-Qiyadah Al-Islamiyah meyakini bahwa Ahmad Moshaddeq adalah Al-Masih Al-Maw’ud yang akan melanjutkan tongkat estafeta kerasulan yang pernah dibawa oleh para Nabi dan Rasul sebelumnya. Sebagai pertanda keimanan seseorang kepada Moshaddeq, maka setiap orang yang mengimaninya diharuskan bersyahadah atau membuat pernyataan sebagai komitmen bahwa orang itu benar mengimani Moshaddeq sebagai Al-Masih Al- Maw’ud dan Rasul Allah. Aliran ini meskipun menyatakan berpegang pada Al-Qur’an, namun tidak mewajibkan pengikutnya melakukan shalat lima waktu, puasa dan haji. Shalat yang wajib dilakukan adalah shalat tahajjud. Adapun Aliran Al-Qur’an Suci meyakini imam tertinggi dalam Aliran ini sebagai Rasul Allah. Mereka tidak mengakui Hadits dan Sunnah Nabi. Menurut mereka, shalat tidak wajib, puasa dan haji belum saatnya. Qiraah Al-Qur’an tidak boleh dilagukan. Shalat dilakukan tanpa harus berwudhu terlebih dahulu, karena manusia sudah suci sejak lahirnya. Seseorang boleh berhubungan intim dengan saudara iparnya. Seperti halnya ketiga aliran yang telah dikemukakan, Pengajian Hidup di Balik Hidup, dengan pemimpinnya yang bernama Mujono Abdullah, juga meyakini bahwa Mujono telah mendapat wahyu dan pernah mi’raj ke Sidratul Muntaha. Aliran ini juga tidak meyakini syafaat dari Nabi Muhammad saw.
Memperhatikan keyakinan dan ajaran dari beberapa aliran keagamaan seperti telah dikemukakan di atas, kiranya jelas bahwa keyakinan dan ajaran dari aliran-aliran tersebut bertentangan dan merupakan penyimpangan dari keyakinan dan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi dan Rasul Allah Muhammad saw. Atas dasar kenyataan ini tidak mengherankan kalau munculnya aliran-aliran keagaman tersebut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya umat Islam. Pasalnya, karena aliran-aliran ini masih mengaitkan dirinya dengan keyakinan Islam.
Permasalahannya sekarang adalah, mengapa aliran-aliran sesat semacam itu bisa dengan mudah tumbuh dan berkembang serta mendapatkan tempat di hati sebagian warga masyarakat kita. Menurut analisis sementara kalangan, aliran-aliran semacam itu bisa tumbuh dan berkembang di negeri ini, antara lain disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini. Pertama, pada era reformasi seperti sekarang ini, membuat orang merasa bebas mengekspresikan apa saja, yang kadang-kadang kebablasan, sehingga apa saja, termasuk keyakinan dan paham yang aneh-aneh, sepertinya diperbolehkan. Kedua, pada situasi bagi kehidupan masyarakat kita dibelit berbagai permasalahan dan kesulitan, baik di bidang sosial, ekonomi, politik dan sebagainya. Maka tidak sedikit orang yang menanti datangnya “sang penolong dan sang penyelamat yang diyakini sebagai Ratu Adil atau Imam Mahdi”. Situasi semacam ini bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan, baik yang bersifat politis, ekonomis maupun sosial. Ketiga, kemunculan aliran-aliran sesat itu dapat dijadikan media untuk mencari popularitas dalam rangka meraih keuntungan-keuntungan, baik materiil maupun spirituil. Keempat, sebagian umat kita, ternyata kondisi imannya masih sangat labil, di samping minimnya pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap ajaran Islam. Kondisi semacam ini membuat mereka mudah terpengaruh dan terperangkap oleh ajaran-ajaran sesat, apalagi kalau disajikan dengan kemasan yang menarik. Kelima, longgarnya aturan perundangan yang berkaitan dengan pendirian dan pengembangan aliran keagamaan. Sampai saat ini belum ada aturan yang mengatur paham dan aliran keagamaan apa yang boleh dan tidak boleh tumbuh dan berkembang di negeri ini. Keenam, dakwah kita selama ini, termasuk yang diselenggarakan Muhammadiyah ternyata tidak mampu menjangkau seluruh kalangan masyarakat. Ada kalangan-kalangan tertentu, yang mungkin jumlahnya sangat besar, yang belum tersentuh oleh dakwah yang dilakukan oleh organisasi-organisasi Dakwah seperti Muhammadiyah.
Ke depan, untuk menghadapi aliran sesat semacam Al-Qiyadah Al-Islamiyah dan untuk menangkal jangan sampai bermunculan aliran-aliran lain semacam itu, maka kita perlu segera meningkatkan penyelenggaraan dakwah kita dengan jalan antara lain melepaskan kehidupan masyarakat kita dari belitan permasalahan sosial yang tengah mereka alami, dan juga menata penyelenggaraan tabligh kita. Belitan permasalahan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, kebodohan dan keterbelakangan, sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraih tujuan-tujuan tertentu, baik politis, ekonomis maupun sosial. Maka meningkatkan ketahanan mereka dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan sebagainya, dalam bentuk memperbaiki kualitas hidup dan kehidupan mereka adalah merupakan salah satu cara untuk membentengi mereka dari tipu daya dan bujuk rayu aliran-aliran sesat itu. Di samping itu untuk menanggulangi dan melindungi masyarakat kita dari pengaruh aliran-aliran sesat, maka penataan, konsolidasi dan revitalisasi tabligh kita, perlu dan mutlak harus dilakukan. Khusus dalam rangka menghadapi aliran-aliran sesat itu, kita harus segera menyusun strategi dan perencanaan tabligh yang matang, baik jangka panjang maupun jangka menengah dan jangka pendek.

Ayo kita cegah Global Warming

Semua seharusnya udah tau mengenai issue yang satu ini deh. Issue mengenai Global Warming bener-bener lagi mendunia. Dimana-mana menyerukan supaya kita turut serta mencegah global warming. Di semua benua sedang giat-giatnya mengadakan berbagai event untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menggugah orang-orang untuk turut andil dalam aksi global warming ini. Semua beritanya jg ada dimana-mana, di koran, di TV, bahkan sampai ke konser-konser musik menggusung tema yang sama. Nah, yang jadi bahan pertanyaan di kepala saya sekarang adalah apakah kita hanya sekedar tau dan membaca atau menonton berita ttg Global Warming ini tanpa bertindak apa-apa, ataukah kita bener-bener prihatin sama keadaan bumi saat ini dan bener-bener bertekad untuk membantu mencegah terjadinya global warming tersebut ??

Buat yang belum tau mengenai apakah global warming itu, saya coba untuk menceritakan sedikit apa yang saya tau dan yang saya dapetin dari sumber-sumber yang sebenernya ada banyak di internet. Global Warming adalah kondisi dimana perubahan iklim dunia sekarang sudah benar-benar ekstrem. Cuaca dari panas menyengat tiba-tiba berubah menjadi hujan lebat, badai muncul dimana-mana, dan lain sebagainya, yang intinya pasti tidak menyenangkan dan membuat kekuatiran dimana-mana. Perubahan kondisi alam seperti itu menyebabkan banyak sekali dampak. Paling ekstrem menurut saya adalah naiknya kuantitas air dikarenakan es di kutub yang mulai mencair sedikit demi sedikit. Selain itu juga pastinya menyebabkan berbagai gangguan kesehatan dan beberapa jenis species hewan di bumi terancam kelangsungan hidupnya (contoh : si beruang kutub yang cute and keren itu kehidupannya sedang terancam banget sekarang). Serem ya …


Apa sih yang menyebabkan kondisi bumi jadi parah seperti ini ? Sayangnya, hal ini disebabkan oleh manusia sendiri loh, artinya dalam skala kecil ya kita-kita ini biang keladinya. Semakin tinggi teknologi dan kemajuan jaman, ternyata menuntut banyak pengorbanan besar dari alam. Pohon-pohon di hutan ditebangi sampai hutan menjadi gundul, atau hutan-hutan dibakar sehingga hasil pembakarannya menimbulkan gas CO2 yang jumlahnya banyak. Selain itu, kemajuan teknologi dan industri juga menyebabkan jumlah asap pabrik dan asap kendaraan bermotor (baca = CO2) semakin memenuhi atmosfer bumi. Semakin banyaknya jumlah gas CO2 yang berkumpul di atmosfer itu menyebabkan panas matahari yang masuk ke bumi tidak semuanya bisa dipantulkan kembali ke atas, sehingga terjadi efek rumah kaca yang otomatis menyebabkan suhu bumi menjadi lebih panas dan semakin panas dari detik ke detik. Serem gak sih ? Kebayang gak sih kalau bumi ini udah semakin panas ? Jakarta aja sekarang panasnya udah amit-amit, gimana Jakarta di tahun-tahun mendatang ?? Serem !!!

Nah, kalau sudah mengerti apa itu Global Warming dan penyebabnya dan dampaknya buat kita, pertanyaan selanjutnya (seharusnya) adalah bagaimana dan apa yang harus kita lakukan untuk mencegah Global Warming itu ? Pastinya ada hal-hal kecil dan mudah yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dong. Beberapa hal yang dapat kita lakukan tersebut saya ambil dari beberapa website, antara lain :

  1. Mengganti lampu neon biasa di rumah dengan lampu fluorescent yang hemat energi.
  2. Cek jumlah atau tekanan angin ban kendaraan setiap bulannya biar bensin gak boros gara-gara ban kempes.
  3. Cek saringan atau filter udara kendaraan setiap bulannya.
  4. Kalau punya mesin cuci piring, hanya menggunakannya kalau cucian piringnya bener-bener udah penuh.
  5. Menggunakan kertas-kertas atau material lainnya yang berasal dari bahan recycle.
  6. Kalau pakai water heater, diusahakan pemanasnya tidak melebihi 120 derajat Fahrenheit (kalau mau tau celciusnya, itung sendiri ya.. atau barangkali ada yg mau bantu ??)
  7. Rajin-rajin bersihin filter AC di rumah.
  8. Kalau mandi shower, jangan lama-lama terutama buat yang pake water heater, biar menghemat energi dan biaya dari water heaternya itu loh.
  9. Kalau mau belanja sesuatu, belinya di daerah sekitar rumah aja biar menghemat energi dari jarak antara rumah dan toko. Misalnya, kalau ada pasar traditional deket rumah yang bisa ditempuh dengan jalan kaki, gak usah beli ke carefur yang lebih jauh yang musti naek mobil.
  10. Beli barang yang gak menggunakan banyak packaging. Makin sedikit packagingnya, artinya makin sedikit juga sampah yang harus dibakar.
  11. Kalau punya uang, beli mobil hybrid –> Indonesia belon ada sih, tapi kalau udah masuk mungkin bisa dijadiin pilihan utama buat yang mau beli mobil.
  12. Beli mobil yang irit bahan bakar. Kalau bisa yang 1000 cc kenapa musti pake yang 2500 cc yang artinya makin gede cc nya, makin boros bensin.
  13. Kalau mobilnya kosong, napa nggak bareng-bareng sama temen-temen laen yang searah dan setujuan ?
  14. Yang punya sepeda bisa ikutan komunitas “Bike to Work”, ato yang laen bisa naek kendaraan umum daripada naek mobil pribadi.
  15. Jangan kelamaan membiarkan kendaraan dalam kondisi idle. Kalau kena macet parah ato pas di lampu merah, mending mesinnya dimatiin dulu daripada nyala n knalpot ngepul terus.
  16. Menanam tanaman dan pohon di rumah. Selain pemandangan jadi asri, udara jg lebih sejuk, dan yang pasti tanaman dan pepohonan akan membantu penyerapan CO2.
  17. Ganti barang-barang yang boros energi. Misalnya, kompor yang gasnya boros, mesin cuci yang boros listrik, dll.
  18. Daripada pake pengering pakaian, lebih baik pake tali jemuran aja kalau abis cuci baju.
  19. Kalau punya alat pemotong rumput, pilih yang manual daripada yang pake listrik. Selain hemat biaya listrik, otot tangan jg jadi tambah kekar tuh.
  20. Selalu cabut colokan listrik kalau gak terpakai. Contohnya, kabel TV dicabut kalau udah gak nonton TV lagi, jangan dibiarin aja tetep nempel di colokannya.
  21. Beli makanan organik, karena makanan yang mengandung kimia berasal dari pabrik, si penghasil limbah.
  22. Kalau pergi ke supermarket, bawa tas kain aja daripada nenteng plastik blanjaannya. Plastik itu bahan yang paling susah direcyle loh.
  23. Matiin komputer kalau gak dipake. Lebih hemat energi listrik kalau komputer kita dalam “sleep mode” daripada nyalain screensaver.
  24. Jangan sering-sering pergi naek pesawat terbang, karena pesawat terbang paling menghabiskan banyak bahan bakar loh.

Ternyata ada banyak sekali cara buat kita turut berpartisipasi dalam mencegah Global Warming ini. Tingal pilih-pilih mana yang bisa kita lakukan dan lakukanlah dengan konsisten. Saya yakin, kalau semua manusia di bumi membantu dengan hal-hal kecil, bumi masih bisa diselamatkan kok. Posted by Mellz’s Corner BLOGSPOT

Pesan Kita

30 01, 2007

SEKEDAR NASIHAT UNTUK KAUM HAWA

Stop Global Warming Earn a Better Living

http://students.stttelkom.ac.id/web/album_thumbnail.php?pic_id=392

  1. Untuk membentuk bibir yang menawan, Ucapkan kata-kata kebaikan.

  2. Untuk mendapatkan mata yang indah, Carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.

  3. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, Berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.

  4. Untuk mendapatkan rambut yang indah, Mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.

  5. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, Berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, Dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain, Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni.

  6. Jadi, jangan pernah kucilkan seseorang dari hati anda Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, Ingatlah senantiasa, Jika suatu ketika anda membutuhkan pertolongan, Akan senantiasa ada tangan terulur.

  7. Dan dengan bertambahnya usia anda, Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, Satu untuk menolong diri anda sendiri, Dan satu lagi untuk menolong orang lain.

  8. Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakannya, Bukan pada bentuk tubuhnya, atau cara dia menyisir rambutnya.

  9. Kecantikan wanita terdapat pada matanya, cara dia memandang dunia. Karena di matanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, Di mana cinta dapat berkembang.

  10. Kecantikan wanita, bukan pada kehalusan wajahnya, Tetapi kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, Yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang dia berikan Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

(SEMBELIH KEMUNKARAN, LIBERALISME, SEKULARISME, DAN NEO-KEJAHILIYAHAN)

Hermeneutika dan Contoh Bahayanya Ketika Diusung ke Islam

Hermeneutika, Metode Tafsir dari Mitos Yunani, Diadopsi Pihak Yahudi – Kristen Berujud Metode Menafsirkan Bible, Menimbulkan Pecahbelah di Kristen, tapi anehnya kini Diusung oleh Orang-orang tertentu ke Islam, bahkan Diajarkan di Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadits di UIN (Universitas Islam Negeri, dulu IAIN –Institut Agama Islam Negeri) Jakarta dan UIN Jogjakarta

Dari Tradisi Bible

HERMENEUTIKA (Indonesia), hermeneutics (Inggris), dan hermeneutikos (Greek) secara bahasa punya makna menafsirkan. Filsuf Aristoteles pernah menggunakan istilah ini untuk judul kitabnya, Peri Hermeneias. Kitab itu lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin menjadi De Interpretationne dan kedalam bahasa Inggris, On the Interpretation.

Aristoteles tidak memba Selanjutnya….

IMM THARIQ BIN ZIAD

30 01, 2007

myspace codes

ebcoolmac's Avatar

Default Jadwal Bulan Berkunjung ke Jember Agustus 2009

IMM’ers yang mo ngeliput acara BBJ (bulan berkunjung ke jember) ni gw kasih jadwalnya….
  1. Jember EXPO 2009: yang akan memamerkan potensi Jember dari hasil Perkebunan, Agrobisnis, Aneka Pertambangan, Kerajinan  Rakyat, Mebel, elektronik, otomotif, Perumahan, Perbankan, Pameran Bonsai, dll.
  2. Kegiatan Olah Taga : Super Cross, Road Race,Off Road, Fun Bike , Panjat Dinding, Catur, Billiard dan Tajemtra.
  3. Tradisional : Panjat Pinag, Kasti, Pencak Silat.
  4. Lomba Burung : Burung Berkicau, Perkutut Koong BBJ.
  5. Jember Carnaval City (JCC) : Carnaval Seni & Budaya yang diikuti 5 Kabupaten (Bali, Banyuwangi Bondowoso, Lumajang dan Jember).
  6. Hiburan : Kirab Drum Band , Festival Band.
  7. MTQ Tingakat Jawa Timur.
  8. Seminar Internasional Pendidikan
  9. Down Hill.
  10. Dan Jember Fashion Carnaval (JFC) Ke 8 diselenggrakan 2 Agustus 2009. Sebuah event Wisata Mode pertama di Indonesia, dilaksanakan setiap tahun di bulan Agustus dengan menampilkan trend fashion dunia, atraktif, unik dan kolosal, yang melibatkan ratusan sukarelawan, catwalk runway sepanjang 3,6 km merupakan catwalk terpanjang di Indonesia bahkan di dunia. Menjadikan event ini sebagai ikon baru Jember di mata dunia internasional.

Let’s go to Join us

Web Muhammadiyah

Web IRM

Computer & Da’wah Islam

myspace layouts, myspace codes, glitter graphicsgambar-iki-dipasang-di-tiap-halaman.jpg

 

 

IMM THARIQ BIN ZIAD

30 01, 2007

IMM THARIQ BIN ZIAD

Belajar, Berjuang, dan Beramal

Ngikut gabungan yuuk ke IMM Asyik jooo!!! bypowershipproduct

lonely..... wae......yeuh......